Surabaya (beritajatim.com) – Belakangan ini, frasa “Marriage is scary” atau “Pernikahan itu menakutkan” semakin populer di kalangan anak muda, baik di media sosial maupun percakapan sehari-hari.
Pandangan ini mencerminkan kecemasan dan kekhawatiran terhadap komitmen jangka panjang seperti pernikahan. Lalu, apa sebenarnya yang melatarbelakangi munculnya tren ini?
Alasan Tren “Marriage is Scary” Muncul
1. Kekhawatiran Ekonomi
Salah satu alasan utama mengapa pernikahan dianggap menakutkan adalah masalah ekonomi. Banyak anak muda yang merasa belum siap secara finansial untuk menikah.
Biaya pernikahan yang mahal, kebutuhan hidup setelah menikah, dan tanggung jawab finansial lainnya membuat mereka cemas. Di era ekonomi yang tidak pasti, pernikahan kerap dilihat sebagai beban besar.
2. Trauma atau Pengalaman Buruk
Banyak anak muda yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak harmonis atau pernah menyaksikan perceraian. Hal ini menimbulkan trauma dan pandangan negatif terhadap pernikahan. Mereka takut bahwa mereka akan mengulangi kesalahan yang sama seperti orang tua mereka.
3. Karier dan Kebebasan Pribadi
Generasi muda, khususnya generasi milenial dan Gen Z, sangat menghargai kebebasan dan kemandirian. Mereka ingin fokus pada karier, mengejar impian pribadi, dan sering kali menganggap pernikahan bisa menjadi hambatan untuk meraih semua itu.
Kekhawatiran tentang kehilangan kebebasan setelah menikah juga menjadi alasan mereka menganggap pernikahan menakutkan.
4. Komitmen Jangka Panjang Komitmen untuk seumur hidup adalah faktor yang menakutkan bagi banyak orang. Pernikahan tidak hanya tentang cinta, tetapi juga melibatkan tanggung jawab, kompromi, dan pengorbanan. Anak muda sering kali khawatir tentang kemampuan mereka untuk mempertahankan komitmen ini dalam jangka panjang.
5. Maraknya Kasus KDRT
Maraknya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bisa juga menjadi salah satu alasan seseorang menganggap pernikahan menakutkan. Padahal, penyebabnya pun banyak yang sepele. Tak ayal jika mereka menganggap sendiri lebih baik, daripada bersama orang yang salah.
Perubahan Pandangan tentang Pernikahan
Pernikahan yang dulunya dianggap sebagai tujuan hidup utama, kini berubah menjadi pilihan. Anak muda lebih banyak mempertimbangkan pro dan kontra sebelum menikah. Beberapa bahkan memilih untuk tidak menikah dan lebih fokus pada kehidupan pribadi atau karier.
Tren “Marriage is scary” mungkin tampak negatif, tetapi di sisi lain, ini menunjukkan bahwa generasi muda lebih berhati-hati dan realistis dalam menghadapi pernikahan.
Mereka tidak hanya mengikuti norma sosial, tetapi berusaha memahami apakah pernikahan sesuai dengan kehidupan dan tujuan pribadi mereka.
Pernikahan memang merupakan komitmen besar yang membutuhkan kesiapan baik mental, emosional, maupun finansial. Tren “Marriage is scary” adalah cerminan dari pergeseran nilai dan prioritas anak muda masa kini.
Meskipun pernikahan masih menjadi impian bagi sebagian orang, yang lain lebih memilih untuk menunda atau bahkan tidak menikah, karena berbagai alasan yang sah. (fyi/ian)






