Ponorogo (beritajatim.com) – Musim kemarau yang terjadi seperti sekarang ini, membuat kasus kebakaran di Kabupaten Ponorogo menunjukkan tren peningkatan. Data dari Satpol PP dan Damkar Ponorogo mencatat, ada kenaikan kasus kebakaran hingga 2 kali lipat yang terjadi dari bulan Juni ke bulan Juli. Pada bulan Juni lalu, Damkar Ponorogo mencatat ada 4 kejadian kebakaran. Sedangkan pada bulan Juli sebanyak 8 kejadian kebakaran.
“Memang ada tren peningkatan pada 2 bulan terakhir. Bulan Juni ada 4 kejadian, sedangkan di bulan Juni naik 100 persen menjadi 8 kejadian,” kata Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Ponorogo, Bambang Supeno, Senin (05/08/2024).
Bambang mengungkapkan bahwa mayoritas kebakaran pada bulan Juli, didominasi oleh kebakaran rumpun bambu. Tercatat, dari 8 kejadian pada bukan itu, 5 diantaranya adalah kebakaran rumpun bambu. Sementara sisanya disebabkan oleh kebocoran gas dan kebakaran kandang ternak.
“Sedangkan untuk bulan Agustus ini, ada 2 kejadian kebakaran. Yakni kebakaran rumpun bambu di Kelurahan Ronowijayan dan kantin di Pondok Gontor,” katanya.
Bambang menjelaskan bahwa kebakaran rumpun bambu ini, sebagian besar disebabkan oleh human error. Kebanyakan warga sengaja membuka lahan dengan cara membakar. Celakanya, kondisi musim kemarau yang disertai angin kencang menyebabkan api cepat menyebar dan membakar rumpun bambu tersebut.
Dengan meningkatnya tren kebakaran, Bambang menghimbau warga untuk lebih berhati-hati dalam membuka lahan dengan cara membakar, terutama di musim kemarau ini. Upaya pencegahan dan kewaspadaan sangat diperlukan untuk menghindari kebakaran yang lebih besar.
“Kita himbau warga untuk selalu waspada dan hati, apalagi ini di musim kemarau. Kalau membakar sampah atau apa gitu harus ditunggu sampai benar-benar api padam,” pungkasnya. [end/aje]






