Surabaya (beritajatim.com) – Usai penerbangan langsung Juanda – Jeddah di buka kembali 15 Maret lalu, kegiatan travel umroh di Surabaya mulai sibuk. Travel umroh seolah berlomba untuk menerbangkan para jamaah umroh mereka.
Salah satunya adalah Shafira Tours & Travel yang memberangkatkan sedikitnya 90 jamaah umroh setiap pekannya. Dalam bulan ini saja Shafira bisa memberangkatkan 4 hingga 5 kloter jamaah umroh.
“Kami punya 2.500 jamaah yang sudah menunggu sejak dua tahun lalu. Dan target kami hingga Mei semua jamaah yang berada dalam waiting list bisa berangkat semua,” ungkap Andi Alamsyah, Owner Shafira Tours And Travel, Selasa (22/3/2022).
Andi berharap pemerintah bisa menambah frekuensi penerbangan sehingga akan banyak kesempatan para jamaah berangkat umroh. Minat jamaah pun semakin besar saat mengetahui pemerintah Saudi Arabia tak lagi memberlakukan wajib PCR, wajib vaksin bahkan tanpa karantina sesampai di Saudi.
“Kami berharap pemerintah Indonesia juga melonggarkan syarat-syarat untuk pulang kembali ke Tanah Air sehingga animo masyarakat untuk umroh bisa lebih banyak lagi,” harap Andi.
Tak hanya Shafira Tours & Travel yang menikmati penerbangan langsung ke Jeddah, Brilliant Travel yang baru terjun ke bisnis travel umroh pada 2020 pun merasakan dampak positifnya. Sejak 25 Februari mereka sudah memberangkatkan 22 jamaah mereka. Dan saat penerbangan langsung dibuka mereka melakukan pun akan memberangkatkan jamaah pada 26 Maret mendatang dengan berkolaborasi bersama AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia).
[berita-terkait number=”4″ tag=”umroh”]
“Peluang bisnis umroh kembali pulih sangat besar, apalagi penerbangan langsung ke Jeddah baru di buka dari Jakarta dan Surabaya. Dampaknya positifnya kami pun sudah memiliki jamaah yang siap diberangkatkan saat Syawal mendatang,” beber Didik Merdianto, Owner Brilliant Travel.
Besarnya peluang ini terlihat dari beberapa jamaah Brilliant Travel berasal dari Kalimatan, Cirebon hingga NTB. Penerbangan langsung yang sudah di buka di Juanda membuat Didik semakin optimistis, bisnis travel umroh yang dirintisnya akan mampu mencapai target 1.000 jamaah sebagai satu prasyarat untuk mendapatkan sertifikat Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).
“Meskipun berharap bisa memberangkatkan 1.000 jamaah dalam waktu dekat, kami tetap mengutamakan pelayanan terbaik untuk jamaah yang kami bawa. Karena itu adalah bagian dari ibadah juga,” tandasnya.[rea]






