Jember (beritajatim.com) – Setelah sempat mengalami konflik internal tahun lalu, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Jember berhasil menuai prestasi bagus dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur VIII yang berakhir 16 September 2023.
Para atlet catur Jember berhasil mendapat satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Masing-masing dari kategori beregu putra untuk catur standar, catur cepat, dan catur kilat. Empat pecatur yang berhasil mengharumkan nama Jember itu adalah Azmi Nur Habibi, Vaio Alfitrah Hazaraqi, Zagar Rasyad S, dan Rafi Dzaki Darmawan. Sementara itu dari kategori perorangan putra, M. Toti Zaki berhasil menduduki peringkat lima besar.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Jember Sutikno juga memuji prestasi cabor catur. “Dulu kepengurusan Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) bergejolak, sekarang luar biasa. Semoga ke depan ini juga bakal jadi pendulang emas,” katanya.
Tahun lalu, KONI Jember terpaksa membentuk tim peralihan pengurus Percasi Jember, karena ada persoalan dalam musyawarah cabang organisasi tersebut. Gara-gara dualisme kepengurusan, penentuan atlet catur yang hendak diberangkatkan ke Porprov Jatim VII saat itu harus melalui pertandingan antarpecatur yang mewakili dua kubu kepengurusan.
Tahun ini, Ketua Percasi Jember Sukarsih bersyukur dengan capaian prestasi anak-anak asuhnya. “Kami memang ditarget satu emas, satu perak, satu perunggu. Alhamdulillah, sesuai target yang ditulis kemarin,” katanya, Rabu (20/9/2023).
Apalagi, menurut Sukarsih, cabor catur sebenarnya didominasi Malang dan Sidoarjo. “Andalan kami memang beregu putra. Benar-benar berjuang,” katanya.
Selain mengandalkan beregur putra, Sukarsih mengirimkan atlet untuk kategori perorangan, campuran, dan beregu putri untukpersiapan menghadapi Porprov Jatim IX 2025. “Saya kemarin mengirimkan atlet di luar kuota Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) untuk memberikan pengalaman bertanding,” katanya.
Para atlet perorangan ini masih muda. Ada yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. “Uji cobanya sekarang (saat Porprov Jatim VIII). Kalau tidak kita kirim, kita kan tidak tahu tolok ukur kemampuan mereka bagaimana,” kata Sukarsih.
Dua tahun mendatang, Percasi tetap mengandalkan beregu putra. Regenerasi beregu putra berjalan baik. “Ada satu personel beregu yang tidak bisa bertanding karena usia. Kami sudah menyiapkan pengganti dengan grade atlet berkemampuan sama,” kata Sukarsih.
“Kami juga menyiapkan untuk mix dan perorangan. Peringkat mereka dalam Porprov Jatim VIII sudah bagus. Kami tinggal pengembangan ke depan. Target kami dua tahun mendatang adalah merebut medali di mix, perorangan, dan beregu,” kata Sukarsih.
Sukarsih memanfaatkan masa transisi usia atlet-atlet catur daerah lain. “Kemarin yang juara perorangan dan mix sudah berusia 23 tahun, usia terakhir. Sementara usia atlet kami masih muda, bisa dua kali ikut porprov atau bahkan tiga kali lagi,” katanya.
Lawan terberat masih Malang. Dalam Porprov Jatim VII, Jember tidak berdaya menghadapi Malang. “Tapi alhamdulillah tahun ini kami bisa mengimbangi,” kata Sukarsih.
“Kami kemarin kalahnya di sudden death. Di final skor kami sama, Malang 2, kami 2. Kemudian dilakukan sudden death. Kami tidak punya jago sudden death. Sementara di Malang, jago sudden death adalah master internasional. Di Malang ada dua FIDE Master atau master internasional, Selain master internasional, juga atlet PON.” kata Sukarsih. [wir]






