Surabaya (beritajatim.com) – Tragedi Itaewon, Seoul, Korea Selatan yang menewaskan kurang lebih ratusan orang mengingatkan tragedi Kanjuruhan yang terjadi di stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang Jawa Timur yang menewaskan 135 suporter.
Kejadian di Stadion Kanjuruhan terjadi pada hari Sabtu malam tanggal 1 Oktober 2022 lalu saat ribuan suporter meninggal akibat berdesak-desakan saat keluar stadioan melalui Gate 13 akibat adanya tembakan gas air mata ke tribun penonton.
Sementara di Itaewon Korea Selatan perayaan Halloween yang seharusnya menjadi pesta kostum horor menyenangkan berubah menjadi peristiwa mengenaskan bagi Korea Selatan karena memakan 146 korban jiwa.
Kejadian terjadi pada malam minggu tadi malam Sabtu 29 Oktober 2022 yang memakan ratusan korban.
Unggahan twiiter buttercupppp @rjngizzard mentakan 1 Oktober 2022 tragedi di Kanjuruhan Kemarin 29 Oktober 2022 Tragedi Di Itaewon.what about October?
“Pray for #Itaewon 🥀 Rest in peace 🥀,” kata akun @rjngizzard.
Akun @simkungdansss: gue denger berita ini dari semalem korban masih 50an sekarang udah 100 lebih yaallah 😭 kejadian sama persis kek di Kanjuruhan cuma lebih biadab nya disana masih party di tengah2 ambulan yg bawa korban 😭😭😭😭.
gue denger berita ini dari semalem korban masih 50an sekarang udah 100 lebih yaallah 😭 kejadian sama persis kek di Kanjuruhan cuma lebih biadab nya disana masih party di tengah2 ambulan yg bawa korban 😭😭😭😭 pic.twitter.com/9PBRU6ydWs
— faa🍒| jakehoon ❤️🩹 (@simkungdansss) October 30, 2022
Terlihat dari video – video yang tersebar luas di media sosial bahwa peserta membludak, menciptakan kerumunan yang begitu besar di jalan yang sempit.
Melansir dari laman Koreaboo pada sebuah gang kecil yang terletak di dekat Hotel Hamilton, banyak rombongan yang keluar dari hotel, ada pula kerumunan yang keluar dari pintu keluar 1 dan 2 stasiun kereta bawah tanah Itaewon. Terperangkap, pengunjumg Itaewon mulai berjatuhan lantaran kerumunan saling dorong mendorong.
Sebagai informasi, gang kecil yang dimaksud hanya memiliki lebar sekitar empat meter dengan kemiringan yang kecil. Sebuah mobil sedan pun rasanya tidak muat untuk memasuki gang tersebut.
Pada titik ini, sekitar pukul 10:15 hingga 22:22 waktu Korea, laporan pertama pun dibuat ke Dinas Pemadam Kebakaran Yongsan. Unit Gawat Darurat dilaporkan menerima setidaknya 81 panggilan yang melaporkan kesulitan bernapas.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
Lebih dari 800 personel layanan darurat dikerahkan ke jalan untuk merawat yang terluka, meski sebelumnya mobil pemadam kebakaran dan ambulans sempat terjebak pula dan tak bisa melewati kerumunan. Melalui rekaman yang beredar kalian juga bisa melihat tak sedikit korban tergeletak di trotoar ketika petugas layanan darurat dan warga sekitar melakukan bantuan CPR untuk menolong korban.
Dinas Pemadam Kebakaran Setempat mengatakan bahwa jumlah korban terus meningkat. Sejauh ini, 149 orang dinyatakan tewas dan 150 luka – luka. Sebagian besar korban tewas merupakan remaja berusia 20-an. Beberapa jenazah telah dikirim ke rumah sakit, sementara sisanya dibawa ke pusat kebugaran terdekat agar dapat diidentifikasi.
Pesta Halloween tersebut merupakan yang pertama kali diadakan setelah 3 tahun lamanya, mengingat sebelumnya ada pembatasan lantaran COVID. Alhasil, sekitar 100.000 orang menyerbu Itaewon dengan mengenakan topeng dan kostum Halloween.
Di sisi lain, Wali kota Seoul Oh Se-hoon sedang mengunjungi Eropa kali peristiwa terjadi, namun ia memutuskan untuk segera kembali ke rumah pasca berita tragedi tersebut dilaporkan. Pertemuan darurat juga diadakan, yang mana dipimpin oleh Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol.(mnd/ted).






