Probolinggo (beritajatim.com) – Lampu lalu lintas (Traffic Light) yang ada di Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo sering mati, hal ini membuat para pengendara yang melintas di jalan raya Panglima Sudirman itu resah.
Seperti yang disampaikan Asyari (29), salah satu pengendara sepeda motor yang sering melintas di jalan raya pantura tersebut. Ia menilai dengan matinya lampu lalu lintas itu membuat ia resah, karena ramainya kendaraan dari simpang empat itu bisa menyebabkan kecelakaan.
“Khawatir mas jika mati begini, kita tidak bisa melihat kendaraan yang muncul dari arah selatan atau utara mas, jadi sangat berbahaya sekali,” ucapnya Rabu (1/12/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”probolinggo”]
Hal senada juga disampaikan, Ya’lu (28), pengendara lainnya, ia menyayangkan matinya lampu lalu lintas itu, karena jalan tersebut merupakan jalan pantura yang padat kendaraan. “Sangat menyayangkan matinya lampu itu, karena arus lalu lintas tidak teratur normal, padahal kondisi jalannya itu sangat padat,” ucapnya.
Menanggapi hal itu, Kasi Pemeliharaan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, Asminanik mengatakan, sering matinya lampu lalu lintas tersebut bukan hanya disebabkan oleh kondisi alam, namun ada dugaan memang sengaja dimatikan oleh “pak ogah” agar bisa maraup uang dari mengatur jalur lalu lintas. “Kadang itu pak ogah yang matikan mas, ini ada petugas kami disana biar dicek, wong itu sudah dibetulin kok,” katanya. (tr/kun)






