Surabaya (beritajatim.com) – Pasar Bandeng merupakan tradisi tahunan yang selalu dinantikan masyarakat Gresik menjelang Idulfitri. Acara ini diadakan setiap tahun pada malam ke-25 hingga malam terakhir bulan Ramadan. Selain menjadi ajang jual beli ikan bandeng, pasar ini juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat di Gresik.
Tradisi Pasar Bandeng Gresik pertama kali diadakan oleh Sunan Giri pada masa penyebaran Islam di Jawa. Sunan Giri, yang dikenal sebagai salah satu Wali Songo, memperkenalkan kegiatan ini untuk meningkatkan perekonomian rakyat dengan memanfaatkan potensi wilayah Gresik yang kaya akan tambak ikan bandeng.
Melalui pasar ini, para petani tambak dapat menjual hasil panen mereka langsung kepada masyarakat, sehingga roda perekonomian semakin berkembang.
Pasar Bandeng Gresik bukan sekadar tempat jual beli ikan bandeng, tetapi juga menjadi ajang perayaan budaya dan kompetisi unik. Beberapa kegiatan menarik yang selalu ada dalam acara ini antara lain:
1. Kontes Bandeng Jumbo
Kontes ini menjadi daya tarik utama di Pasar Bandeng Gresik. Para petambak berlomba-lomba memamerkan ikan bandeng terbesar hasil budidaya mereka. Bandeng dengan ukuran jumbo, bahkan bisa mencapai berat belasan kilogram, akan mendapatkan penghargaan sebagai yang terbaik.
2. Lelang Bandeng
Bandeng-bandeng terbesar dari kontes akan dilelang kepada masyarakat, termasuk pejabat daerah dan pengusaha. Harga bandeng yang dilelang sering kali mencapai jutaan rupiah, menambah keseruan acara.
3. Lomba Olahan Bandeng
Gresik juga terkenal dengan berbagai olahan bandeng. Dalam lomba ini, para peserta berlomba menciptakan hidangan berbahan dasar bandeng dengan cita rasa terbaik. Menu seperti otak-otak bandeng, bandeng presto, hingga bandeng asap menjadi favorit dalam kompetisi ini.
Pasar Bandeng Gresik bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga bukti kearifan lokal yang terus dilestarikan. Selain memperkuat perekonomian masyarakat, acara ini juga mempererat kebersamaan warga dalam menyambut hari kemenangan. [fyi/aje]






