Bojonegoro (beritajatim.com) – Kondisi geografis wilayah Kabupaten Bojonegoro terdiri dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Dari karakteristik wilayah tersebut Kabupaten Bojonegoro juga terdapat banyak ancaman bencana.
Hal itu menjadi pertimbangan dalam pendistribusian maupun partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya saat Pemilihan Umum (Pemilu) 14 Februari 2024 mendatang. Termasuk, tempat pemungutan suara (TPS) terpencil.
Di Kabupaten Bojonegoro, TPS terpencil di wilayah selatan Bojonegoro berada di Dusun Sumbersono, Desa Bareng Kecamatan Sekar. “TPS 20 yang paling jauh dengan pemukiman warga,” ujar Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sekar, Suprapto.
Dalam TPS 20 terdapat Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 64 orang. Akses untuk menuju TPS tersebut jalannya masih makadam. Jarak dengan pusat pemerintahan desa setempat sekitar 20 kilometer. Sehingga tidak bisa dimerger dengan TPS lain. “Kendaraan roda 4 (mobil) bisa melintas, namun tidak sampai pada lokasi TPS. Sehingga harus transit menggunakan roda 2 (sepeda motor),” terangnya.
Lokasi TPS terpencil tersebut berada di rumah RT setempat. Meski daerah TPS tersebut rawan banjir, namun hasil assessment yang dilakukan sudah dipastikan bahwa lokasi TPS ini aman dari potensi ancaman bencana.
Dari assessment yang dilakukan, ancaman bencana di TPS 20 Kecamatan Sekar itu masuk daerah rawan banjir bandang jika terjadi hujan. Rekomendasi yang diberikan PPK, saat hujan distribusi logistik pemilu 2024 hanya bisa dilakukan dengan menggunakan sepeda motor. “Jalannya masih makadam, jika hujan bisa pakai sepeda motor dengan pengawalan dari stakeholder yang ada. Kegiatan ini sudah sejak dulu,” imbuhnya.
Meski berada di wilayah terpencil, pihaknya menjamin untuk jaringan komunikasi sudah bagus, karena beberapa titik sudah terpasang jaringan wifi. “Jaringan komunikasi ini penting karena untuk kebutuhan penghitungan,” pungkasnya. [lus/kun]






