Kediri (beritajatim.com) — Keberhasilan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri memperoleh penghargaan tiga kali berturut-turut sebagai TPID terbaik se-Jawa Bali menjadikan TPID Kota Kediri menjadi rujukan bagi TPID dari berbagai daerah. Setelah Palembang dan Tangerang Selatan, TPID Kota Kediri hari ini menerima kunjungan dari TPID Kab. Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kediri Eny Endardjati menerima rombongan di Command Center.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kediri Enny Endardjati menyambut rombongan TPID Kab. Musi Rawas dengan ucapan selamat datang dan berharap pertemuan tersebut bisa dijadikan untuk ajang sharing knowledge juga menjadi awal pertemuan yang bagus untuk menjalin kerjasama dalam penguatan pasokan komoditas pangan maupun penguatan TPID daerah.

[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-kediri”]Sedangkan inflasi bulan Juli sebesar 0,44 persen atau masih terkendali. Keberhasilan ini merupakan hasil kinerja TPID Kota Kediri, terbukti kerja keras dan cerdas yang telah dilakukan selama ini dapat langsung dirasakan masyarakat Kota Kediri. Selain itu, dengan kerjasama yang harmonis dan sinergitas kebijakan berbagai pihak terutama pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bulog, BPS, Kadin dan dunia usaha serta masyarakat, sehingga inflasi Kota Kediri tahun 2018 dan sampai dengan pertengahan tahun 2019 dapat rendah dan terkendali,” ujar Enny.

Masih dalam kesempatan yang sama, Ketua rombongan TPID, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kab. Musi Rawas, Saiful Ibna mengatakan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas mendapat informasi bahwa Kota Kediri memperoleh penghargaan TPID terbaik se Jawa-Bali tiga tahun berturut-turut. Hal itulah yang mendasari rombongannya melakukan study banding ke Kota Kediri.

Ibna juga memaparkan kondisi geografis Kab. Musi Rawas yang merupakan salah satu dari 17 Kab./Kota di Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten Musi Rawas terdiri dari 14 kecamatan, 186 desa dan 13 kelurahan. Dengan jumlah penduduk mencapai 408.000 jiwa dengan luas wilayah 600.000 hektar. Dengan sektor unggulannya yaitu pertanian, kelapa sawit, karet dan padi. Sedangkan ungtuk sektor pertambangan terdiri dari minyak, gas bumi dan batu bara.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Anggota TPID Kota Kediri dan Kepala BPS Kota Kediri. [adv/nng/but]






