Sidoarjo (beritajatim.com) – Bulan suci Ramadan 1444 H dimanfaatkan tim penggerak (TP) PKK Kabupaten Sidoarjo untuk pengajian rutin dengan sistem bergilir atau keliling di 18 kecamatan.
Kali ini giliran di wilayah Kecamatan Waru, tepatnya di Masjid Nurul Huda Janti Kecamatan Waru, Senin (10/4/2023). Pengajian dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Sa’adah Ahmad Muhdlor (Ning Sasha) beserta pengurus TP PKK Kabupaten Sidoarjo, dan Camat Waru Nawari.
Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Sa’adah Ahmad Muhdlor mengapresiasi semangat dan antusias anggota TP PKK dalam menghadiri pengajian.
Ning Sasha mengatakan bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk berdoa. Sebab di bulan Ramadhan terdapat banyak waktu yang mustajab. Namun berdoanya harus dilakukan dengan ikhlas dan dengan adab-adab yang baik karena setiap kebaikan pasti akan diganjar pahala.
Apalagi lanjut dia di bulan Ramadhan seperti ini setiap kebaikan akan dilipat gandakan nilai pahalanya. Bahwa tidurnya orang berpuasa itu sudah mendatangkan pahala apalagi melakukan suatu kegiatan yang berupa kebaikan yaitu dengan menghadiri majelis ilmu atau pengajian seperti ini.
“Semoga hidup kita senantiasa dirahmati oleh Allah, diberikan kebaikan oleh Allah, diberkahi keluarga sakinah serta anak-anak yang sholeh dan sholehah dan berkah rizki bagi kita semua,” ucapnya.

Ning Sasha juga mengajak anggotanya untuk maksimalkan amal ibadah memasuki hari ke-19 puasa Ramadan. “Marilah kita maksimalkan amal ibadah kita memasuki hari ke-19 puasa Ramadan ini untuk mendapatkan ridho Allah SWT,” ajaknya.
Pengajian rutin menghadirkan H. Abdur Rohman Falahi (Gus Afa) untuk memberikan tausiyahnya. Dalam tausiyahnya disampaikan bab tentang puasa di bulan Ramadhan.
Dijelaskan Gus Afa, bulan Ramadan menjadi salah satu momen spesial dan istimewa bagi umat Islam dengan meyakini sepenuh hati bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah.
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/gus-muhdlor-bantu-korban-puting-beliung-di-taman-sidoarjo/
Sambung pengasuh Pondok Pesantren Fauzul Falah Minggir Larangan Candi itu, setiap Ramadan diperintahkan untuk melaksanakan ibadah puasa sebagai penghapus dosa di masa lalu. Jika berpuasa dengan benar dan ikhlas maka dosa-dosa akan diampuni.
“Jangan sampai kita kehilangan pahala di bulan yang penuh berkah ini dengan melakukan kegiatan yang tidak berguna yang bisa menggugurkan pahala ibadah kita, sehingga kita hanya mendapatkan haus dan lapar saja,” sampainya.
Dalam pengajian tersebut juga dibarengi dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan masyarakat yang kurang mampu. [isa/but]






