Ngawi (beritajatim.com) – Tokoh agama di Ngawi curhat terkait pernikahan dini yang memicu stunting, balap liar, dan warung remang-remang. Kiai Ichwani, Pimpinan Ponpes Mambaul Hisan menanyakan sejumlah hal tersebut kepada Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera dalam gelaran Jumat Curhat di Pendapa Wedya Graha, Jumat (3/2/2023).
“Yang masih marak di Ngawi yakni balap liar dan adanya warung remang-remang. Disamping itu, ada pula pernikahan dini yang berpotensi memicu stunting,” kata Kyai Ichwani.
Dwiasi pun membeberkan program unggulan Polres Ngawi demi mendukung program Pemerintah. Salah satunya adalah mengentaskan stunting melalui program orang tua asuh yang dikemas dalam ‘Pentul Melikan’ yang artinya Pendampingan Anak Asuh Stunting Melalui Anggota Polisi Turunkan Prevalensi. Dia pun lantas memberikan tanggapan terkait pa yang dikeluhkan oleh tokoh agama.
“Bahwa terkait balap liar, Polres Ngawi telah melaksanakan berbagai langkah antisipasi dan pencegahan guna menekan kegiatan balapan liar baik melalui medsos maupun tindakan hukum akurat terukur,” terang Dwiasi.
Terkait potensi stunting melalui pernikahan dini, Polres Ngawi juga sudah bekerja sama dengan berbagai pihak, sehingga kelahiran secara prematur dari pernikahan dini dapat ditekan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Ngawi”]
Pertanyaan lain berasal Faruq Nur Qomar anggota FKUB terkait jam operasional angkringan yang juga menjadi salah satu satu penyebab banyaknya permasalahan diantaranya pergaulan bebas, waktu istirahat yang kurang
“Jam operasional warung angkringan juga bisa menjadi salah satu penyebab banyaknya permasalahan yang ada, diantaranya pergaulan bebas, waktu istirahat kurang. Bagaimana cara menyikapinya?” tanya Faruq.
Dwiasi pun membenarkan jika adanya warung remang remang di seputaran jalan depan Pasar Legi lama dan lainnya juga menjadi perhatian Polres Ngawi dan Satpol PP Pemkab Ngawi dan akan ditertibkan kembali. “Akan kami tertibkan nanti bersama Satpol PP Ngawi,” katanya.
“Terima kasih. Untuk segala permasalahan yang ada, Polres Ngawi siap menjadi pendamping dan siap bekerja sama dengan berbagai pihak demi menjaga Ngawi tetap aman dan kondusif,” pungkas Dwiasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Ngawi H Ony Anwar Harsono, Komandan Kodim 0805 Ngawi Letkol Adi Wirawan, Wakapolres Ngawi Kompol Haryanto, bersama pejabat utama Polres, Ketua Pengadilan Negeri Ngawi Iqbal Muhammad, Danyon armed 12 diwakili Danki Armed 12 Kapten Inf. Bagus, Ketua FKUB Ngawi Drs. Sugijanto, Kepala Dinas Kesehatan Ngawi Dr. Yudhono dan masyarakat sekitar Ngawi yang berjumlah 300 orang.
Jumat Curhat juga bertujuan menciptakan situasi yang kondusif bersama masyarakat di wilayah Ngawi, diharapkan tokoh lintas agama yang hadir mampu menjadi kepanjangan tangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. [fiq/beq]






