Lamongan (beritajatim.com) – Tobaku Halal Toserba Sunan Drajat resmi membuka tiga toko baru di Kabupaten Lamongan dan Tuban. Tobaku Halal ini merupakan bisnis yang dikembangkan Bidang Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD) Paciran Lamongan dengan Bank Indonesia (BI).
Acara pembukaan 3 Tobaku Halal itu secara simbolis digelar di Toserba Induk Sunan Drajat, yang berada di timur makam Sunan Drajat, Jumat (30/12/2023) sore kemarin.
Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Soepomo, Direktur Utama Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UMKM, Ita Rulina Direktur DEKS Bank Indonesia, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, dan Pengasuh PPSD KH. Abdul Ghofur.
Direktur Utama Perekonomian PPSD, Dr. Anas Alhifni mengatakan Tobaku Halal Toserba Sunan Drajat itu berada di 3 titik. Dua di antaranya berada di Lamongan, tepatnya di PP Idhatun Nasi’in Kalitengah, PP Baitul Qur’an Gembong, dan satu lainya di wilayah Tuban, tepatnya di PP Sunan Drajat 7 Kecamatan Palang.
“Tiga Tobaku Halal diresmikan ini tentu menambah daya ungkit untuk perekonomian di wilayah Lamongan dan Tuban. Tiga Tobaku Halal ini merupakan jejaring Pondok Pesantren Sunan Drajat guna menggeliatkan perekonomian masyarakat dan santri,” kata Gus Anas, Sabtu (30/12/2023).
Gus Anas juga menyebutkan, beragam produk halal karya santri dijual di Tobaku Halal ini. Terwujudnya Tobaku Halal ini berkat dukungan dari BI dan LPDB, serta kontribusi dari para alumni PPSD.
“Setelah BI mengaminkan dan memberikan support, kami lanjutkan dengan berkoordinasi dengan alumni. Alhamdulillah, kami menempatkan Toserba itu di tiga titik di lokasi milik pondok pesantren jaringan Sunan Drajat,” terangnya.
Dijelaskan oleh Gus Anas, awalnya 3 Tobaku Halal ini ditargetkan bisa menerima pendapatan hingga Rp10 juta per hari, akan tetapi saat grand opening, justru Tobaku Halal yang berada di Kecamatan Kalitengah mampu melampaui target sampai Rp 26 jutaan per hari.
“Ini baru satu titik saja, bayangkan kalau BI jadi membangunkan Tobaku ini sampai 60 titik, kebayang efek ekonominya akan semakin besar,” tandasnya.
Bidang Perkonomian Sunan Drajat ini, tutur Gus Anas, kini telah memiliki 7 Toserba, dengan total omset yang sudah mencapai Rp115 miliar, dari yang semula di tahun pertama hanya Rp20 miliar.
“Kami berharap, ke depan omset itu bisa terus meningkat, tentunya dengan support dari LPDB dan BI,” harapnya.
Dalam kesempatan sama, Ita Rulina selaku Direktur DEKS Bank Indonesia mengaku bangga atas keseriusan PPSD dalam dalam membangun perekonomian di Pondok Pesantren. Menurutnya, perekonomian Indonesia kini sudah naik kelas seiring kerjasama yang dilakukan BI dengan pihak pesantren.
“Kami berterimakasih kepada Pesantren Sunan Drajat yang berkenan berkolaborasi dengan BI, meski sebenarnya area kami di moneter dan bukan di pesantren, tapi kami diberi kesempatan nabung pahala, programnya juga kualitas nomor satu semua,” ungkap Ita.
Ita menambahkan, Tobaku Halal Toserba bakal direplikasi dan dikembangkan di beberapa wilayah di Indonesia, mulai Sabang sampai Merauke. “Ini luar biasa, di tahun 2020 yang lalu 100 persen targetnya secara undang-undang tercapai,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama LPDP Soepomo menyampaikan bahwa Kementerian Koperasi dan UMKM cukup bangga dengan cepatnya perkembangan Toserba ini. Pasalnya, bisnis ini sangat menjanjikan dan mampu memberikan efek yang luar biasa bagi lingkungan sekitar.
“Saya sampaikan, pertumbuhan ekonomi di Lamongan itu adalah di pondok pesantren Sunan Drajat salah satunya, ini yang harus terus diapresiasi, bidang perekonomian PPSD kerjanya yang luar biasa,” pungkasnya. [riq/beq]






