Surabaya (beritajatim.com) – EdenFarm sukses mendapatkan pendanaan sebesar US$ 13,5 juta dalam putaran Pra-Seri B terbarunya yang dipimpin oleh Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) Ventures.
Sebagai pionir startup rantai pasok pangan B2B di Indonesia, EdenFarm sudah mendapatkan pendanaan sebanyak US$ 34,5 juta sepanjang putaran pendanaan besar keempat, sejak startup ini berdiri pada 2017 lalu.
Rencananya, dana yang terkumpul tersebut dipakai memperdalam penetrasi EdenFarm di bidang pertanian. Selain itu, juga untuk meningkatkan pengalaman para pelanggan dengan solusi berbasis teknologi yang lebih efisien untuk menjawab persoalan ketahanan pangan di Indonesia.
Founder & CEO EdenFarm, David Setyadi Gunawan menjelaskan tujuan EdenFarm yakni membangun ekosistem rantai pasok pangan yang efisien. Dimana, tidak hanya menguntungkan, tapi juga berkelanjutan bagi para mitra petani dan seluruh pemangku kepentingan perusahaan.
Ia menyebut, EdenFarm mengalami pertumbuhan hampir 60 kali lipat dalam 40 bulan terakhir. Hal ini menurutnya sebagai tanda jika saat ini EdenFarm menjadi pemimpin pasar dalam teknologi pertanian di Indonesia.
“Kami bertujuan untuk meningkatkan laba dalam 12 bulan ke depan, seiring dengan pertumbuhan 3,5-4 kali secara YoY. Dari situ, kami akan fokus dalam berekspansi ke pasar yang baru,” jelas David, Senin (30/1/2023).
[berita-terkait number=”3″ tag=”edenfarm”]
Sementara CEO TMI, Mia Melinda menyampaikan jika pihaknya percaya pentingnya penggunaan ‘tech for good’ dengan tujuan dan dedikasi mendukung pemberdayaan entrepreneur maupun UKM.
“Jaringan B2B food supply chain EdenFarm yang kuat dari hulu ke hilir telah berhasil mendorong pemberdayaan petani lokal untuk memperoleh pendapatan yang lebih baik sekaligus memberikan dampak positif di pedesaan,” katanya.
Sedangkan Founder & Managing Partner AC Ventures, Adrian Li menyebut jika EdenFarm beroperasi dengan hampir nol persen limbah dari proses distribusi, memberikan dampak yang kuat dan bermakna bagi petani Indonesia.

Kata dia, EdenFarm mampu merevolusi rantai distribusi pangan B2B dengan mengatasi sejumlah tantangan paling mendesak, baik yang dihadapi produsen maupun penjual. “Kami di AC Ventures yakin dengan bisnis EdenFarm dan bersemangat untuk berpartisipasi dalam putaran pendanaan terbarunya,” sebut Adrian.
Untuk diketahui, EdenFarm merupakan startup hasil gagasan dari tiga founder yakni David Setyadi Gunawan (CEO), Ramavito Mountaino (CFO) ,dan Febrianto Gamal (COO). Sejak 2017, EdenFarm terus membangun rantai pasok makanan yang terintegrasi untuk melayani lebih dari 50 ribu pelanggan B2B di seluruh Jawa. Hingga kini, EdenFarm sudah memberdayakan sekitar 5.500 petani mitra dari Eden Collection Facilities dan Eden Farming Project.
Di tahun 2022, EdenFarm juga telah mengadakan 22 acara customer gathering yang tersebar di wilayah operasionalnya, yakni Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya, untuk membantu pelanggan membuka potensi terbaiknya dalam mengembangkan bisnis dan mengelola pasar secara efisien. (ipl/ted)






