Bantul (beritajatim.com) – Jika Anda sedang berburu kuliner tradisional khas Yogyakarta, jangan lewatkan kesempatan mencicipi Tiwul Ayu Mbok Sum. Berlokasi di Jalan Mangunan KM 4,5, Dlingo, Bantul, kudapan khas Jawa ini menawarkan sensasi rasa manis dan gurih yang unik.
Tiwul Ayu Mbok Sum dibuat dari tepung gaplek (singkong kering) yang diolah secara tradisional menggunakan tungku kayu bakar. Selain mencicipi, pengunjung juga dapat melihat langsung proses pembuatannya di dapur kayu jati yang kokoh, bahkan mencoba membuat tiwul sendiri.
Yang membedakan Tiwul Ayu Mbok Sum dengan tiwul lainnya adalah variasi rasa yang beragam, seperti gula Jawa, gula pasir, coklat, sambal, hingga keju. Ada juga pilihan tiwul original yang disajikan dengan paduan ayam.
Tiwul ini memiliki tekstur lembut, aroma khas, dan rasa manis gurih yang memanjakan lidah, terutama saat disantap hangat. Selain itu, tiwul ini tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga aman dikonsumsi. Namun, makanan ini hanya tahan hingga 2×24 jam pada suhu ruangan karena terbuat dari bahan alami.

Jennifer (23), wisatawan asal Surabaya, mengaku rela datang kembali ke Bantul untuk menikmati kelezatan tiwul ini.
“Lembut dan enak banget, ngga keras sama sekali. Saya biasanya beli lima kotak untuk oleh-oleh ke Surabaya. Worth it banget, dan ini harus diviralkan karena masih banyak yang belum tahu,” ujarnya.
Tiwul Ayu Mbok Sum tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari kotak kecil, besar, hingga ukuran jumbo dengan wadah tradisional dari bambu. Harganya pun ramah di kantong, berkisar antara Rp8.000 hingga Rp17.000 per paket.
Jika Anda mengunjungi Bantul, Tiwul Ayu Mbok Sum adalah pilihan kuliner tradisional yang tidak boleh dilewatkan. Dengan cita rasa khas dan proses pembuatan tradisional, kuliner ini menawarkan pengalaman yang autentik dan menyenangkan. [way/beq]






