Surabaya (beritajatim.com) Sadar atau tidak, faktanya memang kita mengalami perubahan sejak masa pandemi tiba. Semua orang dituntut untuk melakukan perubahan dan beradaptasi dengan keadaan yang ada. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus kehilangan pekerjaan, melakukan berbagai aktivitas hanya di rumah, sehingga membuat setiap orang harus keluar dari zona nyaman.
Keadaan ini memang sesuatu yang tidak diinginkan dan menimpa semua orang. Hanya saja ada dua sudut pandang yang berbeda dan bisa diambil dari pandemi yang seluruh dunia. Jika dilihat dari sudut negatif, hal ini menyebabkan kehilangan, ketakutan dan penurunan. Bahkan membuat kita terpaksa keluar dari zona nyaman.
Tapi ketika dilihat dari sisi positifnya, ada beberapa solusi yang bisa dilihat jika seseorang mengubah sudut pandang jika hal ini merupakan sebuah momen perubahan. Percaya atau tidak, dari sini kita dapat melihat dunia tanpa batas. Ada berbagai peluang baru yang justru memberikan daya saing bahkan sebuah kesempatan untuk beristirahat.
Sebenarnya, pandemi Corona telah mengubah 3 hal penting dari cara bekerja atau belajar, cara berinteraksi, dan cara bertransaksi. Hal ini membuat hampir seluruh industri yang mengarah pada ketiga hal itu diperkirakan akan mengalami perkembangan pesat. Kita dipaksa untuk beradaptasi sehingga siapa yang tidak mau berubah, tentu saja akan tertinggal. Pasalnya, pandemi membuat segala sesuatu berubah ke arah percepatan.
Seperti yang sudah kita ketahui, jika dunia mengalami krisis selama pandemi. Faktanya,di tahun 2020-2021 penjualan e-commerce di seluruh dunia mengalami peningkatan yang jauh lebih besar dari tahun sebelumnya.
Walaupun terasa tidak mudah, bukan berarti peluang dikatakan hilang. Hanya saja hal ini mengalami pergeseran ke online dalam hal promosi produk. Maka, para pemilik bisnis perlu beradaptasi menggunakan sarana media sosial. Setelah dicatat, ternyata ada peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia menjadi 202,6 juta dengan 170 juta pengguna aktif di media sosial. .
Namun dalam pengguna media sosial perlu memperhatikan 4 pilar utama yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) sehingga kita lebih cakap digital.[prd/esd]






