Jember (beritajatim.com) – Agrippina Prima Rahmanto Putera, pebulutangkis gimbal yang pernah berada di peringkat 24 dunia ganda putra bersama Marcus Gideon, memberikan sejumlah tips kepada para atlet bulutangkis remaja dan anak-anak, dalam klinik latihan (coaching clinics) di lapangan Perkumpulan Bulutangkis DMG, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (6/6/2023) malam.
“Kalian harus berfokus, disiplin, bersemangat, dan percaya diri. Kalau latihan gak boleh ketawa-ketawa. Haram. Karena saat lertandingan kalian gal akan bisa ketawa. Berlatihlah seperti sedang bertanding dan bertandinglah seperti berlatih, sehingga waktu pertandingan sesungguhnya kalian sudah terbiasa,” kata Agrippina.
Agrippina mengingatkan para pemain muda agar mengonsumsi makanan bergizi dan cukup tidur. “Percaya sama pelatih karena tidak ada pelatih yang ingin anak asuhnya tidak jadi juara. Makin banyak berlatih bakal meningkatkan performa kalian,” katanya.
Pelatih juga harus pandai memantau suasana hati pemain yang masih berusia anak-anak dan remaja. “Satu program untuk seorang anak didik tidak bisa diperuntukkan semuanya. Kita harus lihat juga mood anak itu bagaimana,” kata pemain asal Bogor, Jawa Barat, ini.
“Kalau mood anak itu senang di lapangan, diajak berlatih fisik tidak mau, ya sudah tidak apa-apa. Jangan kita paksa. Yang penting kita sentuh dulu hatinya agar suka badminton. Kalau dia tidak suka latihan lari, oke kita drill di lapangan 20-30 menit main terus. Intinya sama saja: untuk menaikkan stamina, menguatkan fisiknya,” kata Agrippina.
Bagi atlet-atlet bulutangkis usia anak-anak dan remaja, menurut Agrippina, harus sering dibangkitkan kepercayaan diri mereka. “Kalau mereka kalah dalam pertandingan, tidak apa-apa. Memang prosesnya begitu. Bagaimana caranya habis kalah memperbaiki lagi penampilan. Biasanya kan kalau masih kecil mereka gampang putus asa,” katanya.
Orangtua punya andil untuk mendidik dan memotivasi semangat atlet. “Jangan setiap kalah, dimarahi. Kalau kalah, ya coba lagi. Itulah gunanya proses,” kata Agrippina.
Motivasi menjadi juara bagi para atlet muda sangat penting di tengah kepungan media sosial dan game online yang mudah mengganggu fokus mereka. “Saya bilang: kalau ingin jadi juara, hidupnya harus luar biasa. Niatnya harus ditanamkan dulu: mau juara bulutangkis atau biasa-biasa saja. Kalau tujuannya ingun sekali juara, ya hidupnya harus luar biasa. Menjadi juara harus orang yang luar biasa,” kata Agrippina.
Agrippina menyarankan orangtua atlet untuk mempercayai proses. “Tidak ada yang instan. Tidak bisa anak-anak setahun dua tahun latihan mau juara. Dalam badminton ada proses yang harus baik,” katanya. [wir]






