Surabaya (beritajatim.com) – Rasa sadar guna mengatasi obesitas sebaiknya tidak hanya karena alasan penampilan. Tapi juga mencegah berbagai masalah kesehatan yang bisa ditimbulkan. Obesitas adalah faktor risiko dari penyakit tidak menular, seperti jantung, diabetes, dan penyakit ginjal.
Di samping itu, obesitas dilaporkan menjadi faktor risiko penyebab kematian kelima tertinggi. Di tahun 2017 tercatat jika obesitas berkontribusi 7,67 persen dari total DALYS (disability adjusted life year) atau tahun yang hilang untuk hidup sehat yang menyebabkan kematian dini, penyakit, atau bahkan disabilitas.
Suatu penelitian dilansir dari healthy.co bahwa obesitas juga telah dilaporkan sebagai faktor risiko klinis dari kondisi keparahan dan mortalitas pada pasien Covid-19. Pembentukan sistem imun tubuh pun dapat mengalami gangguan pada orang dengan obesitas.
Disarankan pada beberapa orang agar jangan sampai mengalami obesitas. Hal ini bisa diwujudkan dengan mengkonsumsi gizi seimbang, itu bisa menjadi cara untuk mempertahankan status gizi normal agar tidak kurang gizi ataupun berlebihan.
Tata laksana yang tepat perlu diberikan pada orang yang sudah mengalami masalah gizi. Pada orang dengan obesitas, terlaksana khusus yang harus diperhatikan, yaitu terkait diet, latihan fisik, modifikasi perilaku, dan pendekatan medis.
Penerapan diet yang tepat amat penting untuk menangani obesitas yang dialami seseorang. Berikut ini tips pola makan yang harus diperhatikan pada orang dengan obesitas.
Tetap membiasakan sarapan
Tubuh butuh untuk pemenuhan kebutuhan karbohidrat yang cukup, memenuhi kebutuhan protein, konsumsi sayur dan buah, cukup minum air putih, dan selalu perhatikan label pangan.
Pola makan harus diatur
Pola makan pun harus diatur, terutama dalam hal jumlah, jenis, dan jadwal.
Hati-hati dalam mengikuti tren diet
Pemilihan diet sebaiknya dilakukan dengan konsultasi dokter atau ahli gizi. Pola diet bisa dilakukan dengan menerapkan piring model T dalam setiap kali makan. Caranya dengan membatasi hanya satu jenis makanan yang boleh digoreng.
Selain itu, pastikan sayur dan buah memiliki proporsi dalam piring sebesar 50 persen, protein 25 persen, dan karbohidrat 25 persen. Batasi pula konsumsi gula, garam, dan minyak. (dan/ian)






