Surabaya (beritajatim.com) – Salah satu hal yang sering membuat orang tua bingung bahkan stress ketika merawat anak balita adalah ketika mereka menolak untuk makan. Tidak jarang, Gerakan Tutup Mulut (GTM) anak-anak ini sampai membuat ibu muda menangis karena khawatir dan kebingungan.
Membuat anak mau makan memang gampang-gampang-susah. Terkadang mereka mau makan denganlahap, terkadang juga benar-benar tak mau makan sama sekali. Jika anda mengalami hal tersebut, beberapa tips ini bisa anda coba.
Perhatikan khualitas makanannya
Alih-alih makan semangkok atau sepiring makanan, anak yang sedang GTM makan sesendok dua sendok saja mungkin sang ibu sudah bersyukur. Maka dari itu, para orang tua lebih baik memperhatikan khualitas daripada kuantitas makanan. Setidaknya berikan makanan yamg anak suka namun tetap mencukupi kebutuhan nutrisinya.
Variasikan menu makanan
Anak kecil juga sama seperti orang dewasa pada umumnya yang pasti memiliki rasa bosan. Maka dari itu perlunya memberikan variasi makanan, tidak hanya dari segi rasa.
Namun, juga dari jenis bahan masakan, tekstur makanan, cara memasaknya, hingga cara penyajiannya. Banyaknya variasi ini secara tidak langsung juga akan membuat anak kelak tidak pilih-pilih perihal makanan.
Perhatikan waktu makan
Biasakan memberikan makan pada anak di waktu yang konsisten, misal setiap jam delapan, dua belas, atau jam empat. Setidaknya maksimal selisih 10-15 menit dari jam yang telah ditentukan.
Hal ini kemudian akan membentuk kebiasaan, hingga anak tahu waktunya jam tersebut untuk makan. Bahkan mungkin perlu juga diberi batasan waktu, seperti 30-45 menit habis tidak habis berhenti.
Beri snack berat
Jika anak tidak enggan makan makanan berat seperti nasi, bubur, dan sejenisnya, opsi memberikan snack berat bisa juga dicoba. Snack berat ini bisa berupa roti, cookies, bolu, atau lainnya. Lebih bagus pula jika snack tersebut kaya gizi dan nutrisi. Jadi, ketika anak GTM hindari memberi ciki-ciki dan sejenisnya.
Buat anak merasa lapar
Membuat anak merasa lapar maksudnya hindari memberikan snack, susu, dan lainnya pada saat mendekati jam-jam makan. Hal ini untuk menghindari rasa kenyang pada anak.
Karena ketika mereka merasa sudah cukup kenyang, anak akan enggan makan makanan utama. Alihkan dengan mengajaknya bermain dan beraktifitas fisik yang dapat membakar kalori.
Ajak makan bersama
Jika anak sudah cukup besar dan mengerti, bisa juga dengan mengajaknya untuk makan bersama. Bahkan pada usia satu tahun ke atas, orang tua disarankan untuk sering-sering melakukan aktivitas tersebut.
Terlebih para anak ini memang suka mengamati orang di sekitarnya, tak ayal jika biasanya mereka akan tertarik dan ikut melakukan hal yang sama. [fyi/tur]






