Bangkalan (beritajatim.com) – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau langsung rumah penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Dalam peninjauan itu, Maruarar menegaskan bantuan perumahan harus benar-benar menyasar warga yang tinggal di rumah tidak layak huni. Menurutnya, kondisi rumah yang dilihat di lapangan memang layak menjadi prioritas penerima bantuan.
“Memang kondisinya sangat tidak layak huni, jadi tepat kalau dipilih sebagai penerima,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Ia juga menilai proses verifikasi penerima bantuan di lokasi tersebut sudah berjalan cukup baik. “Saya beri nilai 8,5 karena yang dicek tadi benar-benar rumah yang sangat tidak layak huni,” katanya.
Selain meninjau penerima bantuan, Maruarar turut menyoroti temuan tingginya nilai tender program di Bangkalan. Ia memastikan proses tersebut akan dievaluasi agar pelaksanaan program tetap transparan dan efisien.
“Kita ulang prosesnya. Tujuannya supaya efisiensi anggaran bisa kembali ke masyarakat dan manfaatnya lebih luas,” tegasnya.
Sementara itu, anggota Komisi V DPR RI, H. Shafiuddin Asmoro, mengapresiasi kunjungan Menteri PKP ke Madura. Menurutnya, kehadiran menteri secara langsung menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat di daerah.
“Kehadiran menteri ke Madura ini penting, karena bisa melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Ia berharap perhatian pemerintah pusat terhadap Madura tidak berhenti pada program bantuan semata, tetapi juga berlanjut pada kebijakan strategis yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan.
Sebagai informasi, pada 2026, jumlah penerima program BSPS di Jawa Timur tercatat sebanyak 33.000 unit. Sementara di Kabupaten Bangkalan, jumlah penerima mencapai 573 warga. [sar/suf]






