Malang (beritajatim.com) – Pengurus Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama Kabupaten Malang, atau LPBI NU menggelar Raker I dan Upgrading, Sabtu (16/7/2022) di Pantai Balekambang. Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan profesionalisme anggota.
Ketua Pelaksana Kegiatan LPBI NU, M Rihal Irsyada mengatakan, Raker I dan Upgrading ini bertujuan untuk membekali pengurus LPBI NU terkait kebencanaan dan perubahan iklim. Kegiatan selama dua hari tersebut merupakan penetapan hasil Raker I dan Upgrading Pengurus.
“Pada hari kedua besok Minggu 17 Juli 2022, akan diadakan bakti sosial pembersihan lingkungan pantai dan pemasangan rambu-rambu disekitar wilayah pantai,” kata Irsyad.
Ketua PC LPBI NU Kabupaten Malang, Abdul Basyit menyampaikan, pada tahun pertama, LPBI NU akan fokus dengan program peningkatan kapasitas. Program ini dijalankan bersinergi dengan BPBD Kabupaten Malang.
Komposisi pengurus LPBI NU berasal dari Pentahelix (Pemerintah, Masyarakat, Dunia Usaha, Civitas Akademika, dan Media) yang cinta lingkungan dan memiliki jiwa kemanusiaan.
“Komposisi tersebut diharapkan dapat membawa LPBI NU akan maksimal dalam menjalankan tugas fungsinya sebagai lembaga NU dibidang penanggulangan bencana dan perubahan iklim,” tegas Basyit.
LPBI NU, lanjut Basyit, memiliki cita-cita besar untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh bencana secara mandiri, yang tentunya akan dibarengi dengan edukasi secara menyeluruh.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Malang”]
Perwakilan BPBD Kabupaten Malang memberikan saran terkait kinerja LPBI NU kedepan.
“Penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab BPBD ataupun relawan, namun tanggung jawa kita bersama. Bencana tidak dapat dihilangkan, namun risikonya bisa diminimalisir,” ujarnya.
Dalam Raker I dan Upgrading ini dihadiri oleh BPBD Kabupaten Malang, Pemkab Malang, Himpaudi, Ketua Satgana, MWC NU Bantur Beserta Banom, Pengurus LPBI NU, dan Satgas NU. Raker perdana menghasilkan 14 program dengan 32 kegiatan selama 1 tahun ke depan.
Pada Upgrading pengurus kali ini, juga dilengkapi dengan 2 materi yakni Dasar-Dasar Manajemen Kebencanaan yang disampaikan pemateri dari IABI PW Jawa Timur. Sedanv Materi kedua tentang Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas, disampaikan oleh Rurid Rudianto selaku Penasehat LPBI NU. [yog/beq]






