Malang (beritajatim.com) – Sepanjang tahun 2021, produksi udang di Indonesia mencapai 1,21 juta ton dengan nilai Rp 79,21 triliun. Bahkan, setiap tahunnya, jumlah produksi terus mengalami peningkatan.
Hal tersebut tentunya tak lepas dari pengaruh petambak udang. Melihat potensi besar tersebut, salah satu usaha rintisan JALA, menggeber program yang diberi nama Jagoan Tambak.
Community Development Manager JALA, Muhammad Yasiqy Haidar Banna mengungkapkan, program tersebut dibuat untuk mengembangkan komunitas dan memberi ruang bagi petambak di Indonesia, terutama petambak ekstensif yang mencakup 35% dari keseluruhan petambak di Indonesia.
“Program ini memberikan edukasi kepada petambak mengenai teknologi budidaya udang dengan menggunakan aplikasi,” terangnya.
Pria yang akrab disapa Haidar ini menyebut, melalui program tersebut, petambak udang juga diberi pemahaman mengenai analisis data budidaya serta penentuan perlakuan berdasarkan data.
“Sebelumnya, mereka melakukan praktik budidaya secara otodidak dan menggunakan insting saja. Namun, program ini membantu mereka berbudidaya menggunakan acuan data,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
Program tersebut, kata Haidar, baru berjalan sejak tahun lalu. Setidaknya, ada empat lokasi yang turut berpartisipasi.
“Hingga saat ini, sudah ada 600 orang yang tergabung dalam komunitas kami,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Haidar menjelaskan, program Jagoan Tambak diharapkan mampu #HadirMembantu memberikan pemahaman mengenai digitalisasi petambak di Indonesia.
“Sehingga, mereka bisa mengukur kualitas air, mengelola budidaya udang, hingga membuat laporan budidaya, agar keseluruhan budidaya lebih produktif berkelanjutan,” sambung dia
“Setidaknya, pendampingan terhadap petambak udang ini bisa dilakukan sekitar tiga sampai empat bulan selama satu siklus secara intensif,” tambah dia lagi.
Ke depan, pihak JALA akan terus melakukan sosialisasi untuk program tersebut. Bahkan, tidak menutup kemungkinan untuk melakukan ekspansi di luar wilayah Lombok, Jawa dan Lampung.
“Target kami, ada sekitar 1.000 orang yang tergabung dalam program pendampingan teknologi digitalisasi komunitas kami,” tandas dia. (ted)
============
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






