Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 15 SMK Swasta di Surabaya meneken MoU dengan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) terkait penggunaan aplikasi SIDEK-Edu pada pembelajaran akuntansi.
Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa di bidang akuntansi. Pasalnya, aplikasi SIDEK-Edu ini sudah disesuaikan dengan minat siswa saat ini, yakni berbasis teknologi digital.
“Kalau misal belajar manual di pembelajaran akuntansi menggunakan kertas, di aplikasi SIDEK-Edu siswa bisa belajar dimana saja tentang akuntansi dengan menggunakan gadget-nya,” ujar Anggota Pusat Kajian Akuntansi Pendidikan FEB UGM, Arika Artiningsih di Surabaya, Kamis (23/2/2023).
Arika menyebut, pihaknya telah mentargetkan aplikasi SIDEK-Edu bisa digunakan oleh SMK di seluruh Indonesia. Sehingga, ke depan aplikasi ini juga bisa dipakai untuk pelaksanaan uji kompetensi keahlian akuntansi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”SMK]
Di Surabaya sendiri, sekolah yang sudah memanfaatkan SIDEK-Edu adalah SMK dr Soetomo Surabaya (Smekdor’s). Kata dia, Smekdor’s mengaku lebih mudah melakukan kontrol sistem pembelajaran akuntansi menggunakan aplikasi tersebut. “Juga mengendalikan siswa yang tadinya tidak suka belajar akuntansi menjadi suka,” ungkapnya.
Ia pun berharap, pemanfaatan aplikasi SIDEK-Edu tak hanya mampu mencetak pemimpin di dunia bisnis, namun juga merubah cara belajar akuntansi menjadi berbasis teknologi.
Sementara Kepala Smekdor’s, Juliantono Hadi menilai bahwa kerjasama ini sebagai bentuk kolaborasi perguruan tinggi dengan SMK swasta, dalam penyetaraan kualitas dan standar pembelajaran agar tidak kalah dengan SMK negeri.
Dengan memanfaatkan SIDEK-Edu ini, lanjut dia, pembelajaran akuntansi di sekolahnya bisa lebih tertata. “Jika dulu siswa mengerjakan soal-soal rencana keuangan dan praktek secara manual. Sekarang pembelajaran bisa dilakukan melalui gadget masing-masing. “Ini (adanya aplikasi) lebih terkonsentrasi dan lebih mudah,” akunya.
Di kesempatan sama, Muhdi Khairuddin, Sekretaris 2 MKKS SMK Swasta Surabaya mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan hal positif sekaligus menjadi pembaharuan pola pembelajaran akuntansi di Indonesia.
Ia mengaku, pada bulan Juli 2023 mendatang sekolahnya juga bakal memanfaatkan aplikasi SIDEK-Edu. “Ada paradigma baru dalam belajar akuntansi. Selama ini jika dilihat pembelajaran ini sulit, siswa pun kesulitan. Tapi dengan adanya aplikasi akan sangat membantu pembelajaran,” pungkasnya. [ipl/kun]






