Malang (beritajatim.com) – Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang (PBSI Unisma) melakukan peningkatan kualitas kurikulum dan proses pembelajaran. Hal tersebut diwujudkan dengan lokakarya yang mendatangkan dua pakar pada Jumat 6 Oktober 2023 di Gedung B Lantai 7 Unisma.
Wakil Dekan 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisma, Dr. Sri Wahyuni, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu program di PKKM. PBSI Unisma sebelumnya berhasil memenangkan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM).
“Salah satu kegiatannya mengadakan lokakarya peningkatan kualitas kurikulum dan proses pembelajaran,” ujar Sri Wahyuni.
Baca Juga: Ronald Tannur Tendang dan Pukulkan Botol Miras Hingga Lindas Dini dengan Mobil
Terdapat dua materi yang dibahas dalam lokakarya ini. Pertama tentang Standar Proses Pendidikan (Proses Pembelajaran, Penilaian, Pengelolaan) dalam Permendikbud Ristek No. 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi” oleh Prof. Dr. Drs. Maman Suryaman, M.Pd. dari Universitas Negeri Yogyakarta.

Prof Maman yang juga Asesor BAN-PT dan Lamdik memaparkan tentang berbagai hal yang terdapat dalam Permendikbud Ristek No. 53 Tahun 2023. Materi Prof Maman membantu peserta yang juga dosen PBSI Unisma dapat merumuskan tentang kurikulum dan pengajaran sesuai kebijakan terbaru.
Mater kedua tentang ‘Pengembangan RPS dengan Pendekatan Studi Kasus (Case-Study) dan Berbasis Proyek (Project-Based Learning),’ oleh Prof. Dr. Kisyani Laksono, M.Hum dari Universitas Negeri Surabaya. Kedua, kata Wakil Dekan 1, selaras untuk pihaknya memahami berbagai perubahan yang ada di Permendikbud Ristek No. 53 Tahun 2023.
Baca Juga: PKB Akui Ayah Pelaku Penganiayaan adalah Anggota Fraksi PKB DPR
“Kita selain di bahasa Indonesia ada juga dua prodi lain pendidikan Matematika dan bahasa Inggris akan coba merombak kurikulum disesuaikan dengan kebijakan terbaru. Jadi meski tajuknya PBSI Menuju Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), tetapi implementasi sudah dari 2021” katanya.
Ditambahkan oleh Wahyuni, PBSI Unisma sebenarnya sudah mengimplementasikan MBKM sejak tahun 2021. Namun, dengan Permendikbud Ristek yang baru perlu penyesuaian dalam hal kurikulum dan proses pembelajaran.
“Kami perlu merevisi kembali, agar sesuai dan selaras dengan kebijakan terbaru. Namun dari 2021 kami sudah memulai berbagai program. Salah satu yang paling banyak diminati mahasiswa, karena kita FKIP, adalah asistensi mengajar, magang, dan pertukaran mahasiswa merdeka,” imbuh Yuni.
Baca Juga: Kemarau Panjang, DKPP Kabupaten Blitar Klaim Tak Ada Gagal Panen
Bahkan PBSI Unisma juga merambah ke luar negeri dengan mengirim mahasiswa ke Thailand untuk asistensi mengajar. Mahasiswa PBSI Unisma peserta MBKM nantinya mendapat ekuivalensi mata kuliah sesuai kurikulum.
Sementara itu, Dekan FKIP Unisma, Dr. Hasan Busri, berharap agar acara ini dapat meningkatkan kualitas kurikulum dan pembelajaran di PBSI Unisma juga prodi lain. “Jadi selain sesuai aturan Permendikbud Ristek No. 53 Tahun 2023 kami harap juga bisa lebih baik dari segi kurikulum maupun proses pembelajarannya,” ujar Dekan. (dan/ian)






