Ponorogo (beritajatim.com) – Kemampuan dasar menembak menjadi tolok ukur profesionalisme prajurit TNI AD. Karena itu, Kodim 0802/Ponorogo kembali menggelar Latihan Menembak Senjata Ringan (Latbakjatri) Semester II Tahun Anggaran 2025 di Lapangan Tembak Dusun Klego, Desa Mrican, Kecamatan Jenangan.
Latihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis itu, diikuti oleh seluruh anggota Kodim 0802 dan jajaran Koramil di bawahnya. Penyelenggara kegiatan adalah Staf Operasi (Staf Ops) Kodim 0802/Ponorogo.
Kasdim 0802/Ponorogo Mayor Inf Agus Budi C yang hadir mewakili Komandan Kodim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Menurutnya, latihan menembak merupakan sarana memelihara kemampuan dan keterampilan prajurit.
“Pada dasarnya latihan menembak sebagai sarana mengasah sekaligus memelihara kemampuan dan keterampilan prajurit, maka dari itu gunakan kesempatan ini sebaik mungkin,” kata Mayor Agus, Rabu (5/11/2025).
Dia juga mengingatkan seluruh peserta, agar mengutamakan faktor keamanan dalam setiap tahapan latihan. Untuk itu, peserta latihan harus senantiasa melaksanakan prosedur tetap (Protap) yang berlaku.
“Dalam setiap pergerakan apapun bentuknya, prosedur tetap yang berlaku harus diperhatikan. Khususnya faktor keamanan, sehingga dalam latihan menembak ini harus mengikuti instruksi dari koordinator latihan,” tegasnya.
Senada dengan itu, Pasiops Kodim 0802/Ponorogo Kapten Kav Heru Siswanto memberikan penekanan terkait mekanisme dan tata tertib selama latihan berlangsung. Dia mengintruksikan untuk melaksanakan latihan menembak dengan sungguh-sungguh.
“Laksanakan latihan ini dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab, sesuaikan dengan urutan yang telah diatur. Namun demikian kami harapkan para peserta latihan hendaknya agar mengikuti semua mekanisme atau prosedur yang telah ditentukan,” katanya.
Dalam Latbakjatri ini, prajurit berlatih menembak senapan laras panjang dengan tiga sikap, yakni tiarap, duduk, dan berdiri pada jarak 100 meter. Sementara menembak laras pendek dilakukan dengan sikap berdiri pada jarak 25 meter, di mana setiap peserta dibekali 10 butir amunisi untuk latihan.
Agar kegiatan berjalan lancar dan aman, latihan didukung oleh tim pengamanan dari Provost dan Unit Intel Kodim 0802/Ponorogo, serta tim kesehatan dari Poskes 05.09.05 Ponorogo.
Latbakjatri ini menjadi ajang bagi prajurit untuk mempertahankan naluri tempur sekaligus meningkatkan profesionalitas individu. Melalui latihan yang terencana dan disiplin, TNI AD di Ponorogo menunjukkan kesiapannya menjaga stabilitas dan keamanan daerah. [end/suf]






