Tuban (beritajatim.com) – Sejumlah warga yang tinggal di Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban yang berada di bantaran aliran Sungai Bengawan Solo memiliki ritual atau tradisi yang sudah turun temurun dilakukan oleh warga desa sempat, Rabu (10/8/2022).
Tradisi yang dilakukan oleh warga Desa Keblomlati, Kecamatan Plumpang, Tuban itu disebut dengan nama Tuku Banyu Nggawan yang sudah dilakukan sejak kakek buyut mereka. Dalam ritual untuk menjalankan tradisi kali ini terdapat tujuh anak-anak yang masih bayi dan dua orang dewasa yang waktu masa kecilnya belum ikut ritual itu.
Sebelum kegiatan ritual dilakukan, sejumlah warga yang akan ikut ritual Tuku Banyu Nggawan itu berangkat secara bersama-sama dari lokasi tengah kampung tersebut. Kemudian mereka dengan diiringi oleh ibu-ibu serta sejumlah warga masyarakat sekitar untuk menuju lokasi pinggir Bengawa Solo yang akan dijadikan sebagai tempat ritual.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tuban”]
Setelah sampai di pinggir sungai Bengawan Solo kemudian melaksanakan serangkaian ritual dengan dipimpin sesepuh desa. Dalam ritual itu di nampak para orang tua balita mendampingi anaknya untuk dimandikan air Bengawan solo.
Ketika para anak-anak itu dimandikan secara bergantian, para orang tua menaburkan uang koin seikhlasnya kedalam sungai Bengawan Solo. Hal itu sebagai bentuk pembelian air bengawan solo atau Tuku Banyu Nggawan agar para balita yang dimandikan beserta semua keluarganya diberi keselamatan oleh tuhan yang maha kuasa.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kebomlati, Munijan mengungkapkan, tradisi Tuku Banyu Nggawan ini sudah dilakukan secara turun-temurun oleh warganya. Namun, seiring perkembangan zaman masyarakat sudah banyak yang beralih mandi di sumur pompa maupun di sumur bor.
Meski demikian, sebagian masyarakat Desa Kebomlati hingga saat ini masih melestarikan tradisi tersebut dimana ritual Tuku Banyu Nggawan itu diperuntukkan bagi balita yang usianya tujuh bulan keatas sampai yang belum pernah mandi di Bengawan Solo.
“Tujuannya dari kegiatan ini adalah untuk melestarikan budaya kita,” kata Munijan, selaku Kades Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Tuban.
Lebih lanjut Kades tersebut berharap, masyarakat Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Tuban yang ada di bantaran Sungai Bengawan Solo itu selalu diberikan keselamatan. Sebab, warga Desa Kebomlati banyak yang mata pencahariannya mencari ikan dan petani, sehingga setiap hari banyak warga yang bergelut dengan air Bengawan Solo. “Kemudian yang lebih penting adalah memohon kepada Allah agar kita semua diberikan keselamatan dari marabahaya yang terjadi di air,”pungkasnya.[mut/kun]







