Jember (beritajatim.com) – Tim sepak bola putri Kabupaten Jember terganggu proses administrasi enam pemain dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur VIII. Ini yang menyebabkan penampilan mereka tidak maksimal.
Deni Ariyanto, asisten tim sepak bola putri Jember, menyebut, secara umum penampilan tim sepak bola putri Jember jauh lebih baik daripada saat Porprov VII tahun lalu. “Materi pemain juga lebih baik. Cuma ada kendala administrasi. Kami merasa sangat dirugikan, tapi kami tidak mencari siapa yang bersalah,” katanya, Rabu (6/9/2023).
Sehari jelang pertandingan saat menerima ID card dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) barulah diketahui jika ada enam pemain yang tak terdaftar dan tak bisa dimainkan.”Akhirnya kami tidak bisa merevisi pemain,” kata Deni.
Padahal para pemain yang tak terdaftar itu masuk dalam skema tim. “Tapi alhamdulillah, kami sudah berusaha. Dalam pertandingan kedua, kami bisa curi poin meski enam pemain itu tidak bisa diturunkan dan kami menurunkan pemain yang ada. Tapi kan situasi ini menguras tenaga dan pikiran tim pelatih,” kata Deni.
Menurut Deni, seharusnya ID card diberikan tiga hari jelang pertandingan, sehingga bisa dilakukan perbaikan administrasi. Dia tidak tahu penyebab para pemain itu tidak terdaftar. “Mungkin kurang koordinasi,” katanya.
Ketua Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) PSSI Jember Try Sandi Apriana mengatakan, persoalan serupa juga terjadi pada tim sepak bola putra. Ada satu pemain yang tidak masuk daftar. “Dia kemarin ada di tribun menyaksikan pertandingan. Pakai baju cadangan pun tidak,” katanya.
Sandi mengatakan isistem dalam KONI sendiri. “Katanya ada pemain yang mengundurkan diri, terus ada pemain yang mau masuk tapi sudah tidak bisa lagi. Ya kita mau ngapain kalau sudah begitu,” katanya.
Dari hasil ini, Deni menyatakan, tim sepak bola putri Jember memerlukan persiapan lebih matang untuk tampil dalam Porprov Jatim mendatang. Ketua Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) PSSI Jember Try Sandi Apriana sepakat.
“Ini pelajaran untuk tim sepak bola putri Jember. Mereka kan berniat bisa (berangkat dengan biaya) mandiri. Cuma, kalau mandiri tapi kemampuannya seperti ini kan tahun depan kami evaluasi lagi untuk berangkat atau tidak,” kata Sandi.
Tim sepak bola putri Jember tergabung di Grup A bersama tuan rumah Sidoarjo dan Kota Kediri, bertanding di Stadion Jenggolo. Dalam pertandingan perdana melawan Sidoarjo di Stadion Jenggolo, Minggu (3/9/2023), Maita Rizqiyah Farda dan kawan-kawan dihajar 1-6. Satu-satunya gol Jember dicetak Ratih Ginanjar Putri Ari pada menit 62.
Sementara itu dalam pertandingan kedua di Stadion Jenggolo, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (5/9/2023), Jember berhasil membekuk Kota Kediri 4-1. Jember sempat tertinggal lebih dulu, setelah pemain Kediri Zahra Ramadhani mencetak gol pada menit 34 melalui titik putih penalti. Empat gol Jember dicetak pada babak kedua melalui Selfia pada menit 50, Susi Suryani pada menit 81 dan 90+2, dan Destria Shelgy Rahmadani pada menit 62 melalui titik putih. [wir]






