Jember (beritajatim.com) – Tim sepak bola putri Kabupaten Jember menang telak 4-1 atas tim sepak bola putri Kota Kediri, dalam penyisihan Grup A Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur VIII, di Stadion Jenggolo, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (5/9/2023).
Jember sempat tertinggal lebih dulu, setelah pemain Kediri Zahra Ramadhani mencetak gol pada menit 34 melalui titik putih penalti. Empat gol Jember dicetak pada babak kedua melalui Selfia pada menit 50, Susi Suryani pada menit 81 dan 90+2, dan Destria Shelgy Rahmadani pada menit 62 melalui titik putih.
Kemenangan ini membuka asa Jember untuk lolos ke babak semifinal sebagai runner up terbaik. Sebelumnya dalam pertandingan perdana melawan Sidoarjo di Stadion Jenggolo, Minggu (3/9/2023), Maita Rizqiyah Farda dan kawan-kawan dihajar 1-6. Satu-satunya gol Jember dicetak Ratih Ginanjar Putri Ari pada menit 62.
“Pertandingan melawan Kediri, anak-anak bermain lebih lepas. Mereka berkembang. Seharusnya pada babak pertama anak-anak bisa mencetak gol lebih banyak. Tapi malah kebobolan dulu saat dalam posisi menyerang,” kata Deni Ariyanto, asisten pelatih tim Jember.
Para pemain Jember berhasil menghilangkan ketegangan mental. “Saat pertandingan pertama lawan Sidoarjo anak-anak nervous. Wajarlah, pertandingan pertama. Sidoarjo juga diperkuat sejumlah pemain tim nasional,” kata Deni.
Deni mengatakan, kendati menang melawan Kediri, tidak otomatis Jember lolos ke babak semifinal. “Kami masih berharap bisa lolos dengan predikat runner-up terbaik. Tapi nasib kami tergantung pada hasil pertandingan tim lain di grup lain antara Banyuwangi dan Kota Malang,” katanya.
Deni berharap pertandingan antara Banyuwangi dan Malang saling mengalahkan dengan skor besar yang menyebabkan akumulasi gol mereka defisit seperti Jember. “Akumulasi gol kami defisit, minus dua,” katanya.
Deni menyebut, secara umum penampilan tim sepak bola putri Jember jauh lebih baik daripada saat Porprov VII tahun lalu. “Materi pemain juga lebih baik. Cuma ada kendala administrasi. Kami merasa sangat dirugikan, tapi kami tidak mencari siapa yang bersalah,” katanya.
Sehari jelang pertandingan saat menerima ID card dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) barulah diketahui jika ada enam pemain yang tak terdaftar dan tak bisa dimainkan.”Akhirnya kami tidak bisa merevisi pemain,” kata Deni.
Padahal para pemain yang tak terdaftar itu masuk dalam skema tim. “Tapi alhamdulillah, kami sudah berusaha. Dalam pertandingan kedua, kami bisa curi poin meski enam pemain itu tidak bisa diturunkan dan kami menurunkan pemain yang ada. Tapi kan situasi ini menguras tenaga dan pikiran tim pelatih,” kata Deni.
Menurut Deni, seharusnya ID card diberikan tiga hari jelang pertandingan, sehingga bisa dilakukan perbaikan administrasi. Dia tidak tahu penyebab para pemain itu tidak terdaftar. “Mungkin kurang koordinasi,” katanya.
Dari hasil ini, Deni menyatakan, tim sepak bola putri Jember memerlukan persiapan lebih matang untuk tampil dalam Porprov Jatim mendatang. [wir]






