Surabaya (beritajatim.com) – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melatih difabel untuk berbisnis digital agar mandiri secara ekonomi.
Ketua Tim PKM Skim Disabilitas Unesa tersebut yakni Supriyanto, S.Pd., M.Pd, dengan anggota Dr. Hitta Alfi Muhimmah, M.Pd, Hafid Kholidi Hadi, S.E,. M.SM, dan Acep Ovel Novary Beni,S.Pd,.M.Pd.
Total ada 20 peserta dari teman Tuli yang ikut pelatihan di UPT Resource Centre Anak Berkebutuhan Khusus Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Minggu (17/9/2023).
Pelatihan itu diberikan pada Komunitas Tuli Gresik (Kotugres). Kotugres sudah memiliki struktur kepengurusan. Komunitas ini perlu untuk diberikan pelatihan untuk mendukung kemandirian ekonominya.
Baca Juga: Ribuan Pengendara Terjaring Operasi Zebra Semeru 2023 di Pamekasan
“Selain itu sebagai salah satu strategi untuk memberdayakan Kotugres dari kondisi yang tidak menguntungkan seperti stigma negatif dari masyarakat, diskriminasi, pengabaian hingga termarginalisasi secara ekonomi dan sosial,” kata Supriyanto, Selasa (19/9/2023)
Menurut Supriyanto, berdasarkan studi pendahuluan diketahui bahwa Komunitas Tuli Gresik (Kotugres) telah mendapatkan beberapa pelatihan kewirausahaan, misalnya pelatihan membuat desain baju oleh rumah mode Esmod Jakarta, pelatihan membuat sablon oleh PT Pertagas, pelatihan membuat kerajinan tas ramah lingkungan dari PT Garuda Food, dan pelatihan pameran dan pemasaran dengan gallery oleh Dompet Dhuafa.
Untuk fasilitas diberikan oleh PT Pertamina berupa peralatan menjahit dan sablon lengkap (Fajriyah Usman, 2020). Berbagai kegiatan ini terselenggara atas kerjasama UPT Resources Centre (UPT RC) Kabupaten Gresik dengan berbagai mitra.
“Dari berbagai kegiatan tersebut diketahui bahwa sebenarnya Kotugres telah mendapatkan berbagai kompetensi untuk membuat produk barang maupun jasa. Oleh karena itu untuk meningkatkan kemandirian ekonomi, berbagai produk tersebut perlu dipasarkan, baik secara offline maupun online dalam platform bisnis digital,” kata Supriyanto.
Baca Juga: Update Tahap Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kediri
Namun demikian, lanjutnya, pelatihan yang selama ini diberikan masih sebatas pelatihan bisnis/pemasaran secara offline dalam bentuk gallery. Hal ini tentu kurang optimal karena sekarang sudah masuk era bisnis digital, terlebih dalam masa pendemi Covid-19 yang masih memberlakukan pembatasan fisik sehingga platform bisnis secara digital sangat diperlukan.
Hal tersebut didukung anggota Kotugres yang sudah sangat familier dengan dunia teknologi. Mereka mampu mengoperasikan komputer, berselancar di website, hingga memiliki berbagai media sosial.
Namun, selama ini masih dimanfaatkan hanya untuk hiburan, belum terpikirkan untuk kepentingan bisnis dari berbagai produk karya mereka sehingga pelatihan bisnis digital ini sangat bermanfaat.
Dengan demikian, penting untuk memberikan pelatihan bisnis digital bagi Komunitas Tuli Gresik sebagai salah satu inovasi untuk memberikan nilai tambah dan nilai ekonomis terhadap karya mereka.
Baca Juga: BNN Surabaya Rehabilitasi 10 Orang Pesta Inex di Hotel Twin Tower
” Harapannya terbangun kemandirian ekonomi pada Kotugres khususnya pada masa pendemi Covid-19 hingga seterusnya. Kegiatan PKM ini akan dilakukan dengan Mitra UPT RC sebagai lembaga yang menginisiasi pembentukan kotugres dan merupakan pembina terhadap Kotugres,” pungkasnya. [fiq/ian]






