Surabaya (beritajatim.com) — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar pelatihan bertema peningkatan ekoliterasi kemaritiman bagi anak usia dini. Kegiatan ini berlangsung pada 17 Oktober 2025 dan diikuti oleh guru dari 12 lembaga PAUD yang tersebar di Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya .
Program pengabdian ini dipimpin oleh Melia Dwi Widayanti, M.Pd., bersama tim dosen S1 PG PAUD UNESA. Pelatihan dikemas dalam skema training of trainers (ToT) dengan tujuan memperkuat kapasitas guru PAUD agar mampu merancang dan menerapkan pembelajaran kemaritiman yang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini .
“Kecamatan Kenjeran dipilih sebagai lokasi kegiatan karena karakteristik wilayah pesisirnya yang memiliki potensi besar sebagai sumber belajar kontekstual,” terang Melia Dwi Widayanti, Senin (15/12/2025)
Melalui pelatihan ini, guru PAUD dibekali pemahaman tentang ekosistem laut dan pesisir, nilai-nilai konservasi lingkungan, serta strategi mengembangkan aktivitas bermain dan belajar tematik berbasis kemaritiman yang terintegrasi dalam kurikulum PAUD .
Pendekatan pembelajaran yang diterapkan mengacu pada experiential learning dan deep learning, dengan menekankan pengalaman langsung serta pemaknaan materi secara mendalam.
Para peserta tidak hanya berperan sebagai pembelajar, tetapi juga dipersiapkan menjadi trainer di satuan pendidikan masing-masing, sehingga dampak program dapat diperluas dan berkelanjutan .
Kegiatan pengabdian ini memperoleh dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan pelaksanaan program pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat .
Respons positif datang dari para guru PAUD peserta pelatihan. Mereka menilai program ini mampu menambah wawasan tentang pendidikan kemaritiman sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam mengembangkan pembelajaran yang kreatif, relevan, dan selaras dengan lingkungan pesisir tempat anak-anak tumbuh dan berkembang
Selain meningkatkan kapasitas pendidik, kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 14 mengenai Ekosistem Laut.
“Kami berharap, melalui penguatan ekoliterasi sejak usia dini, dapat terbentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta kesadaran kemaritiman sebagai bagian dari jati diri bangsa,” pungkas Melia. [fiq/beq]






