Mojokerto (beritajatim.com) – Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunkasi (TIK) dengan techno pedagogy approach berbasis teknologi perlu diimplementasi untuk meningkatkan skill dan berpikir kritis para siswa. Hal ini untuk mendukung sekolah penggerak Program Merdeka Belajar.
Berangkat dari latar belakang tersebut Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya bekerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Pesantren Terpadu, Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto menggelar Pelatihan Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Teknologi, Selasa (2/8/2022).
Ketua program kegiatan Dr Endang Sholihatin, SPd., M.Pd bersama Arista Pratama, S.Kom., M.Kom, dan beberapa dosen serta mahasiswa memberikan pelatihan kepada para guru. Tujuan pelatihan tersebut agar pembelajaran dapat berjalan efektif dan proses belajar dapat tercapai dengan memanfaatkan TIK saat ini.
“Media pembelajaran interaktif merupakan dampak perkembangan kemajuan teknologi di bidang pendidikan. Pengembangan media pembelajaran diantaranya, media audio, media visual ada media visual diam dan media visual gerak. Media audio visual ada media audio visual diam dan media audio visual gerak.
Media serbaneka merupakan suatu media yang disesuaikan dengan potensi di suatu daerah. Di sekitar sekolah, di lokasi lain atau di masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai media pengajaran. Seperti papan tulis, media tiga dimensi, realita, dan sumber belajar pada masyarakat.
“Selai itu juga ada, gambar fotografi, peta dan globe. Media pembelajaran adalah berbagai hal yang dimanfaatkan untuk menyampaikan ilmu pengetahuan pada ranah pendidikan. Media adalah bagian integral dari proses belajar mengajar sehingga media bukan hanya sekedar alat bantu mengajar guru saja,” ujarnya.

“Yakni dengan sentuhan dunia teknologi informasi khususnya dunia cyber (maya). Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan teknologi memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Perkembangan TIK yang menghasilkan internet dengan pembelajaran berbasis web merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan media situs web (website),” jelasnya.
Pembelajaran yang memanfaatkan webside ini bisa di akses melalui jaringan internet. Pembelajaran berbasis web atau yang dikenal juga dengan istilah ‘web-based learning’ merupakan satu jenis penerapan dari pembelajaran elektronik (E-learning). E-learning atau pembelajaran interaktif berbasis teknologi berkaitan erat dengan kebutuhan alat.
“Seperti komputer, laptop, smartphone, sistem jaringan internet, dan sebagainya. Sehingga dalam pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan para guru dan siswa SMKS Pesantren Terpadu Kabupaten Mojokerto dan pembelajaran dapat berjalan efektif dan ketuntasan proses belajar dapat tercapai dengan memanfaatkan TIK saat ini,” harapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”merdeka-belajar”]
Adanya inovasi media pembelajaran interaktif menggunakan google site, lanjut Endang, dapat menunjang dan mendukung pembelajaran. Aplikasi tersebut merupakan aplikasi terstruktrur dan terintergrasi untuk membuat situs web pembelajaran dengan beberapa kelebihan.
“Yaitu terintegrasi dengan google, memiliki tampilan yng mudah dipahami, terjaga keamanannya, situs web cepat, dan adanya fitur sharing. Pemanfaatan aplikasi digital tersebut diharapkan proses pembelajaran berjalan efektif sehingga tercapailah keberhasilan dalam pembelajaran,” tegasnya.
Tim Pengabdian Masyarakat (pengmas) UPN Veteran menggelar kegiatan selama satu hari. Program erdeka Belajar adalah program kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim. [tin/suf]






