Malang (beritajatim.com) – Menggandeng Gerai Batik Lintang Malang, ratusan pelajar SMPN 1 Pandaan, memperoleh ilmu baru dibidang membatik.
Program membatik ini merupakan aplikasi Merdeka Belajar melalui program Kemendiknas bernama Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau kerap disebut P5.
Ratusan pelajar ditempat itu, diajari langsung pembuatan motif batik tulis dari Gerai Batik Lintang Malang. Motif batik yang diambil pun cukup elegan. Yakni mengekplorasi tanaman yang memiliki nama latin “Clitoria Ternatea”. Motif batik menggunakan tanaman tersebut, merupakan tanaman endemik yang ada banyak di Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
Tanaman yang banyak tumbuh di daerah tropis dan subtropis dengan warna biru dan ungu yang mencolok ini, dulunya dianggap sebagai tumbuhan pengganggu atau gulma meski memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi dikarenakan kandungan dan khasiatnya sebagai bahan utama Teh Ungu.
Selain motif tanaman, juga motif Candi Jawi serta lambang sekolah yang berdiri sejak tahun 1976, menjadi karya motif orisinil batik tulis yang dihasilkan oleh siswa-siswi SMPN 1 Pandaan dalam program Merdeka Belajar bersama Batik Lintang Malang.
“Kami cukup senang dan bahagia dapat mewariskan penerus penjaga budaya luhur bangsa yang sudah diakui oleh UNESCO yaitu batik tulis, apalagi juga mampu menciptakan motif yang memiliki filosofi,” ungkap Ita Fitriyah, Owner Batik Lintang Malang, Kamis (16/11/2023) usai mendampingi siswa-siswi bersama timnya.
Ita bilang, jika Batik Lintang selama ini memang dikenal sebagai produsen batik tulis yang memiliki filosofi dalam setiap motif yang dikeluarkannya, dan itu juga sangat terbatas (limited).
“Bukan tanpa sebab kami bekerja sama dengan batik Lintang Malang, kalau hanya soal batik tulis tempat lain banyak, namun yang memiliki ilmu yang lengkap dan edukatif yang bisa diterima oleh siswa ya Bu Ita dengan Batik Lintangnya, apalagi beliau seorang aksessor batik tulis juga,” kata Luluk Nur Alfiyah, Kepala Sekolah SMPN 1 Pandaan.
Alfiyah mengaku banyak terima kasih atas transfer ilmu yang diberikan oleh Batik Lintang Malang. Menurut Alfiyah yang Alumni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, jika siswa-siswinya kini makin tahu dan bangga akan keberadaan Candi Jawi, sekaligus meninggalkan banyak kesan positif selama proses P5 diakhir tahun 2023 ini baik secara pribadi maupun seluruh eksponen SMPN 1 Pandaan.
“Next level, selalu naik level dan terus maju, siswa-siswa makin pancasila, makin memiliki ketrampilan dan keunggulan. Serta satu lagi ada kebanggaan memiliki logo motif yang akan kami patenkan nantinya sebagai motif SMPN 1 Pandaan,” tegas Luluk.
Hal sama juga disampaikan M. Ajad Sudrajat selaku Koordinator P5 tema SMPN 1 Pandaan. Program Merdeka Belajar P5 diikuti oleh 800 siswa dan siswi dengan belajar produk Batik tulis dan motif batik Telang Jawi Kusuma yang terbingkai rapi dalam figura.
“Ada banyak hal yang tercapai, mulai dari kegotongroyongan, kemandirian dan kewirausahaan, publik speaking, yang paling utama siswa makin bangga sebagai warga Pandaan karena mengetahui adanya candi jawi,” ucap Ajad Sudrajat.
Baca Juga: Batik Kota Mojokerto Berpeluang Tembus Pasar Afrika
“Ini benar-benar luar biasa menurut saya, diluar ekspetasi, dan semoga tahun depan ada program dan lebih lagi,” sambung Dedi Basuki Rahmat, Guru pengajar Bahasa Inggris.
Terpisah, seluruh siswa dan siswi pun senang ketika sukses membuat motif batik khas dari tempat tinggalnya yakni Pandaan, Pasuruan yang dimentori langsung Batik Lintang Malang.
“Saya senang dan bangga adanya P5 ini meskipun susah dan saya menyukainya,” kata Zalfa Zahiya Putri, Siswi Kelas 8 A.
Zalfa mengaku puas bisa menyelesaikan kain batiknya dihadapkan teman-temanya satu angkatan.
Ditempat sama, tim dari Batik Lintang Malang, Indranesia sengaja membuat panggung kreasi bagi siswa dan siswi sekolah.
“Saya sengaja membuat panggung bagi siswa untuk melatih publik speaking, agar mereka bisa mempresentasikan karya mereka, kelemahan dan kesusahannya sekaligus kegembiraannya. Inilah Merdeka Belajar itu,” pungkas Indra. (yog/ted)






