Surabaya (beritajatim.com) – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) menciptakan dua inovasi teknologi tepat guna berupa detektor kelelahan dan kran air otomatis untuk warga Pradah Kalikendal, Surabaya.
“Ini merupakan wujud implementasi tridharma perguruan tinggi. Kami mendiseminasikan ilmu dan menyampaikan teknologi tepat guna hasil dari penelitian,” kata Ketua Tim Dr Prihartini Widiyanti drg MKes, Selasa (6/8/2024).
Pengmas Fakultas Sains dan Teknologi Unair ini mendapatkan pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Ditjen Diktiristek.
Yanti menjelaskan, ada dua alat tepat guna yang diserahkan kepada masyarakat di Pradah Kalikendal. Pertama, yakni alat pendeteksi kelelahan berbasis audio visual untuk meningkatkan kualitas kerja dan kesehatan.
Alat ini dapat mengetahui level kelelahan seseorang, mulai dari level tidak lelah, lelah ringan, sedang, sampai sangat lelah. Inovasi ini berguna bagi para pekerja agar lebih aware atau waspada terhadap kondisi dirinya.
“Misalnya dia sudah mulai lelah ringan atau sedang, dia bisa mengambil waktu untuk istirahat sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya ketika mengendarai mobil dan sebagainya,” jelas Yanti.

Alat kedua yakni kran air otomatis untuk menghemat air bersih. Yanti menerangkan, inovasi kran air ini dilengkapi dengan alat sensor, di mana ketika tidak ada obyek di bawahnya maka kran tidak akan mengeluarkan air.
“Fungsinya untuk penghematan air. Misalnya berwudlu, kita tidak akan membuang-buang air yang sebetulnya tidak perlu. Karena satu menit kran air mengalir itu 9 liter air bisa terbuang,” terangnya.
Adapun dua teknologi tepat guna itu diserahkan kepada masyarakat setempat. Satu unit alat pendeteksi kelelahan masing-masing diberikan kepada kelompok PKK, kelurahan, Kader Surabaya Sehat, dan Masjid At Taqwa.
Sedangkan dua unit kran air otomatis diserahkan kepada pengurus Masjid At Taqwa, satu unit untuk Kelurahan Pradah Kalikendal, dan satu unit untuk Puskesmas Dukuh Kupang, Kota Surabaya.
Harapannya, dengan adanya pengemas dan penyerahan alat ini dapat meningkatkan kualitas masyarakat di Pradah Kalikendal. Mengingat, kelurahan ini berada di tengah kota, sehingga mobilitas penduduk cenderung tinggi.
“Karena memang letaknya berada di tengah kota dan masyarakat sangat padat. Menurut saya, masalah air dan kelelahan ini cukup eksis karena banyak yang menjadi pekerja dan sangat variasi,” tandas Yanti. [ipl/ian]






