Sidoarjo (beritajatim.com) – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) membantu peningkatan kompetensi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Kegiatan yang dilakukan di SLB Aisyiyah Porong tersebut digelar dua hari pada Kamis (3/2) dan Jumat (3/2).
“Setiap harinya kami memang mengajar. Tapi hari ini, kami yang belajar. Semoga dengan diadakannya pelatihan ini, para pendidik dapat memperoleh tambahan ilmu pengetahuan dan kita bisa berdiskusi mengenai kasus-kasus yang terjadi di Lembaga Pendidikan kita ini,“ Kata Ketua Yayasan Pendidikan, Muhammad Nafir. Kegiatan tersebut berfokus pada identifikasi siswa berkebutuhan khusus.

Sejumlah tiga dosen yang memiliki kepakaran berbeda berkolaborasi sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut. “Pelatihan ini tidak hanya untuk menambah pengetahuan tetapi kita juga bisa diskusi bersama untuk menyelesaikan kasus-kasus yang ada di lingkup kita,” jelas ketua tim Pengabdi, Nurfi Laili.
[berita-terkait number=”4″ tag=”umsida”]
Pakar pendidikan inklusi yang yang juga menjadi anggota tim, Kemil Wachidah menandaskan pentingnya identifikasi. “Setelah lembar observasi yang dibuat barulah bapak/ibu bisa melaksanakan PPI (Program Pembelajaran Individual) pada anak berkebutuhan khusus selama satu semester,” ujarnya.
Sementara itu, Sapi’i, salah seorang guru di SLB mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan. Dia mengisyaratkan perlunya kegiatan lanjutan untuk kegiatan semacam ini.
“Saya berharap kegiatan ini dapat dibarengi dengan tindak lanjut untuk penanganan anak berkebutuhan khusus secara lebih detail,” tandasnya. [but]






