Bangkalan (beritajatim.com) – Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, Madura, telah mengerahkan tim pemantau dan pengecekan hewan kurban untuk memastikan kesehatan dan kelayakan hewan kurban yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan setempat, drh Siti Sumirah, menjelaskan bahwa timnya mulai melakukan pemeriksaan sejak H-7 hingga H Idul Adha. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat bebas dari penyakit dan aman untuk dikonsumsi.
“Kami mulai bergerak dari H-7 ini sampai nanti lebaran kurban,” ujar Siti Sumirah, Selasa (11/6/2024).
Pada tahap awal (H-7 sampai H-2), tim Kesmavet fokus pada pemeriksaan fisik dan perilaku hewan kurban. Mereka memeriksa kesehatan bulu, kulit, kuku, dan mulut hewan untuk memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit.
Memasuki H-1, tim akan melakukan pemeriksaan antemortem di masjid, yayasan, atau tempat-tempat yang akan melakukan penyembelihan hewan kurban. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kesehatan hewan sebelum disembelih.
“Kesehatan hewan yang akan disembelih akan kami cek. Pengecekan akan dilakukan di masjid atau yayasan atau tempat yang akan melakukan penyembelihan,” jelas Siti Sumirah.
Puncaknya, pada Hari Raya Idul Adha, tim Kesmavet akan melakukan pemeriksaan post-mortem, yaitu pemeriksaan organ dalam hewan kurban yang sudah disembelih. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada penyakit atau kelainan pada organ dalam hewan kurban.
“Disana akan kelihatan apakah jerohannya ini normal atau tidak. Jika normal maka itu layak konsumsi dan aman,” tutur Siti Sumirah.
Hingga saat ini, tim Kesmavet belum menemukan hewan kurban yang tidak layak atau tidak sehat. Siti Sumirah menghimbau masyarakat untuk membeli hewan kurban yang sudah dipasang eartag, karena hewan tersebut telah melalui proses pemeriksaan dan vaksinasi.
“Untuk lebih aman, masyarakat bisa membeli hewan kurban yang sudah dipasang eartag karena itu sudah melalui proses pemeriksaan dan vaksin,” pungkas Siti Sumirah.
Upaya Dinas Peternakan Bangkalan dalam memastikan kesehatan hewan kurban ini patut diapresiasi. Hal ini merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan masyarakat dan memastikan hewan kurban yang dikonsumsi aman dan halal. (sar/ted)






