Surabaya (beritajatim.com) – Tim Paduan Suara Arek Surabaya (PSAS) meraih emas di ajang World Choir Games (WCG) 2023 di Gangneung, Korea Selatan (Korsel). PSAS sendiri berhasil bangkit usai vakum selama 12 tahun sejak didirikan pada 2007 silam.
Tim paduan suara yang terbentuk dari event Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi) ini, mampu bangkit setelah mengikuti perlombaan terakhir pada tahun 2012 di China. Sejak momen itu, PSAS sudah tak lagi produktif hingga tahun 2023 ini.
PSAS sendiri, pada perlombaan tingkat internasional di Korsel ini berhasil mendulang emas di kategori anak. Setidaknya ada sebanyak 28 anggota tim yang diboyong ke negeri ginseng mulai tanggal 3 hingga 7 Juli 2023.
Di kategori anak, PSAS bertemu dengan 3 tim dari Amerika Serikat dan Indonesia. “Lawan kami dari kategori anak ada tiga, pertama dari Amerika, duanya dari Indonesia, Semarang dan Jakarta,” ujar Henoch Yanuari, Official PSAS, Rabu (12/7/2023).
Ia menjelaskan bahwa di kategori anak ini, timnya diisi oleh anak-anak usia remaja yang masih duduk di bangku SMP dan SMA. Mereka diambil dari sejumlah gereja yang berada di Kota Surabaya dan sekitarnya. “Ada sekitar sepuluh sampai dua belas gereja, dari GBI, GKJW, hingga Katolik Sidoarjo,” sebutnya.
Henoch mengungkapkan, tak mudah bagi timnya untuk mendapatkan medali emas tersebut. Banyak tantangan selama proses latihan. Bahkan, pihaknya juga harus menambah pelatih untuk bisa lebih meningkatkan kualitas tim.

Tak hanya itu, saat tiba di Korsel pun, tim juga sempat terlantar hampir tiga jam. Saat itu, karena berbagai faktor tim PSAS tidak mendapatkan jatah makan siang hingga tempat istirahat dari pihak panitia.
“Kami sempat terdampar di Korea. Tapi kami mengucapkan terimakasih kepada rekan kami yang ada di Korea sehingga kami tidak terdampar lagi, bisa dapat makan dan dapat tempat istirahat yang cukup,” ungkap Henoch.
Lebih lanjut, Henoch berharap agar ke depan tim PSAS dapat tetap aktif. Artinya, PSAS tidak berhenti hanya di event ini. Kemudian, dirinya bertekad untuk menjadikan PSAS sebagai organisasi paduan suara di Surabaya yang lebih besar.
Sementara dalam jangka pendek, dirinya berharap agar ada perhatian yang serius dari pemerintah maupun swasta. Terlebih untuk event lomba serupa di New Zealand tahun 2024 mendatang. “Kami juga berharap sekali bisa dapat sponsor dari pemerintah maupun swasta untuk pergi ke event berikutnya di New Zealand,” harap Henoch. [ipl/kun]
BACA JUGA:






