Mojokerto (beritajatim.com) – Antisipasi bencana banjir akibat luapan Kali Sadar dilakukan tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daereh (BPBD) Kabupaten Mojokerto. Yakni dengan mitigasi restorasi sungai di Kali Sadar Dusun Grogol Gede, Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.
Petugas gabungan tersebut dari BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Perum Jasa Tirta, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompincam) dilibatkan untuk membersihkan sampah.
Tumpukan sampah berupa tanaman eceng gondok, kangkung dan batang bambu memenuhi sungai. Sampah dengan ketebalan sekitar 30-40 sentimeter tersangkut di bawah jembatan desa kurang lebih panjang sekitar 20 meter sehingga menghambat aliran Kali Sadar.
Pembersihan sampah sungai menggunakan satu alat berat Ekskavator Long Arm dari DPUPR Kabupaten Mojokerto. Sampah sungai diangkut menggunakan empat armada yaitu tiga truk dari BBWS dan satu truk dari DLH. Sampah yang berhasil dibersihkan dibuang di lahan milik BBWS Brantas yang berada di tidak jauh dari Kali Sadar.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Mojokerto, Djoko Supangkat mengatakan, tumpukan sampah tersebut jika tidak segera dibersihkan maka sungai bisa meluap. “Sehingga menyebabkan banjir saat musim hujan. Sampah berbagai jenis ini menumpuk karena tidak pernah dibersihkan,” ungkapnya, Selasa (11/10/2022).
Sampai berbagai jenis dengan ketebalan mencapai 30-40 sentimeter tersebut menghambat aliran sungai yang berpotensi memicu banjir saat musim hujan. Menurutnya, pembersihan tumpukan sampah menggunakan alat berat dinilai lebih efektif ketimbang manual yang membutuhkan banyak tenaga dan waktu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-mojokerto”]
“Seharusnya itu dibersihkan rutin supaya sampah tidak menumpuk sehingga menghambat aliran sungai dan menimbulkan bau tidak sedap. Apalagi diperparah adanya tiga penyangga jembatan sehingga sampah tersangkut pilar jembatan. Diperkirakan ada sampai sampai 40 kali ritase,” katanya.
Pihaknya akan melakukan pembersihan sampah secara rutin untuk memperlancar aliran Kali Sadar agar tidak terjadi penyumbatan. Jika terjadi penyumbatan bisa memicu luapan membanjiri permukiman warga, apalagi wilayah Mojoanyar berpotensi terjadi banjir akibat luapan Kali Sadar. [tin/but]







