Malang (beritajatim.com) – Tim Danantara dari STIE Malangkuçeçwara sukses meraih juara 3 di The 1st International Khairun Accounting Weeks, kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Program Studi Akuntansi Universitas Khairun pada 16, 18, dan 21 Desember 2024. Prestasi ini menegaskan kualitas mahasiswa STIE Malangkuçeçwara di bidang akuntansi tingkat internasional.
Tim yang terdiri dari Achbar Adi Saputra, Rizkyvania Betarishanti, dan Yusuf Bayu Febrianto berhasil mengungguli berbagai peserta dari institusi pendidikan tinggi lainnya. Mereka membuktikan kemampuan akademiknya dan kerja tim yang sehingga mengalahkan banyak tim dari institusi ternama.
Dalam wawancara eksklusif, para anggota tim Danantara menceritakan perjalanan mereka mengikuti kompetisi ini. Achbar Adi Saputra mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan informasi tentang lomba ini setelah sebelumnya mengikuti kompetisi serupa tahun lalu.
“Kami mendapat informasi dari tim humas Universitas Khairun dan juga dari UKM kami, WAPIM. Setelah itu, kami membentuk tim dan memulai persiapan,” jelas Achbar.
Rizkyvania Betarishanti menambahkan, “Awalnya, kami hanya membentuk dua tim, tetapi pada akhirnya kami memutuskan untuk mengirimkan tiga tim yang terdiri dari tiga orang per tim. Kami berlatih secara intensif selama satu bulan penuh untuk mempersiapkan diri.”
Dalam kompetisi ini, peserta melalui tiga tahap seleksi. Babak pertama adalah ujian pilihan ganda dengan 100 soal, di mana ada 30 soal mudah, 30 soal intermediate, dan 40 soal sulit. “Babak kedua adalah soal pernyataan benar/salah dengan 200 soal dan waktu 200 menit. Babak ketiga adalah final, di mana enam tim terbaik dipilih untuk presentasi final,” ujar Yusuf Bayu Febrianto.
Tim Danantara berhasil lolos dari babak pertama dan kedua. Mereka akhirnya berhasil mencapai babak final dengan menyajikan sebuah paper yang mengusung topik tentang UMKM di era digital.
Tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah penguasaan materi dalam bahasa Inggris, mengingat lomba ini dilakukan secara internasional. Selain penguasaan materi dalam bahasa Indonesia, tim juga harus menguasai materi dalam bahasa Inggris.
“Kami juga menghadapi perbedaan waktu dengan penyelenggara di Universitas Khairun yang berada di lokasi berbeda,” jelas Rizkyvania.
Untuk mempersiapkan diri, tim membagi tugas sesuai dengan kekuatan masing-masing. “Kami berbagi materi dan saling membantu. Misalnya, ada yang lebih kuat dalam materi tertentu, dan kami saling backup. Kami juga harus beradaptasi dengan waktu yang berbeda karena kompetisi dilaksanakan secara online,” tambah Yusuf.
Salah satu strategi utama yang membantu mereka meraih juara adalah latihan intensif dan persiapan final yang matang. Tim ini fokus pada persiapan final, termasuk memahami cara menyajikan paper dengan baik, mempersiapkan bahasa Inggris yang tepat, dan memperkirakan kemungkinan pertanyaan yang akan muncul.
Dalam presentasi final, Tim Danantara mengusung tema terkait penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung UMKM. Mereka mengusulkan bahwa AI dapat membantu UMKM dalam membuat konten dan mempromosikan produk mereka lebih efisien.
“Kami juga menggabungkan tools seperti ChatGPT dan Google Trends untuk memantau tren yang relevan dengan bisnis mereka,” jelas Achbar.
Dalam kompetisi ini, penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek utama: paper (10%), presentasi (40%), dan sesi tanya jawab (30%).
“Kami percaya bahwa ide kami tentang integrasi teknologi untuk membantu UMKM sangat relevan di era digital ini, dan itu menjadi salah satu faktor yang membuat kami berhasil meraih posisi ketiga,” tambah Rizkyvania.
Wakil Ketua III STIE Malangkuçeçwara, Dr. Drs. Kadarusman Ak., MM., CA., memberikan apresiasi kepada Tim Danantara. Ia mengungkapkan harapan besar untuk masa depan.
“Keberhasilan ini merupakan langkah awal yang membanggakan, tetapi kami berharap ke depannya lebih banyak mahasiswa STIE Malangkuçeçwara yang ikut serta dalam kompetisi serupa. Kami ingin melihat lebih banyak tim yang meraih juara pertama dan kedua, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” ungkapnya, Kamis (2/1/2025).
Ia menekankan pentingnya mentoring dari tim juara untuk membantu mahasiswa lainnya agar dapat merasakan atmosfer kompetisi. Prestasi ini diharapkan juga dapat diraih oleh mahasiswa lain STIE Malangkuçeçwara.
Kaprodi Akuntansi STIE Malangkuçeçwara, Dra. Rr. Widanarni Pudjiastuti, Ak., M.Si., mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang diraih. Ia berjanji akan terus mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi di berbagai ajang nasional maupun internasional.
“Kami aktif mengikuti kompetisi setelah pandemi, baik secara online maupun offline, dan kami akan terus mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi. Kolaborasi antar angkatan menjadi kunci dalam meraih prestasi ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembentukan tim yang solid dan persiapan yang matang sangat berperan dalam meraih posisi terhormat ini. Keberhasilan Tim Danantara menjadi simbol awal yang baik bagi STIE Malangkuçeçwara di tahun 2025.
Dengan dukungan penuh dari kampus, mahasiswa diharapkan terus mengukir prestasi di berbagai ajang bergengsi dan mendominasi dunia akuntansi baik di tingkat nasional maupun internasional. (dan/kun)






