Sidoarjo (beritajatim.com) – Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono alias BHS bagi-bagi set top box atau STB, ke pedagang Pasar Krempyeng Sono Desa Sidokerto Kecamatan Buduran, Selasa (14/2/2023).
Warga yang berhak mendapatkan STB, adalah mereka yang bisa menjawab pertanyaan Bambang Haryo Soekartono bersama Tim BHS Peduli, saat berkunjung ke pasar tersebut.
Pertanyaan yang ajukan oleh Tim BHS Peduli soal yang menyangkut di Sidoarjo. Seperti pertanyaan Sidoarjo HUT ke berapa di tahun 2023, jumlah kecamatan yang ada di Sidoarjo, masakan khas Sidoarjo, termasuk di Makam Auliya Pondok Sono di Komplek Gupusjat ada nama ulama siapa saja, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bambang-haryo”]
Sedikitnya ada 9 warga atau pedagang Pasar Sono yang mendapatkan STB gratis dari Tim BHS Peduli. Warga yang mendapatkan STB itu tampak girang dan bahagia. “Alhamdulillah, STB ini bisa saya pasang di TV yang ada di rumah. Saya belum punya STB, dan mulai pemberlakuan televisi digital, saya tidak pernah melihat sinetrin, karena belum bisa belu STB,” aku Jum salah satu warga sambil mengangkat STB yang didapatkan.
Sementara Bambang Haryo Soekartono mengatakan, ternyata banyak warga yang dijumpahi di sana sini, yang belum mempunyai atau tidak bisa membeli STB, untuk fasilitas bisa melihat televisi digital di masa sekarang ini.
“Hal seperti ini harus diketahui oleh pemerintah. Karena memaksakan program televisi digital kala kondisi masyarakat masih kesulitan dalam ekonomi. Semua tahu akibat dampak Covid-19 yang masih baru memasuki tahap normal ini. Dan kenyataannya masih banyak masyarakat belum bisa membeli STB,” terangnya.
Mestinya, lanjut BHS, program televisi digital tidak begitu dipaksakan. Program digitalisasi pada pertelivisian, boleh jalan, namun analognya jangan dimatikan. Seperti radio, meski gelombang radio FM (FM (Frequency Modulation) mendominasi, tapi gelombang radio AM (Amplitudo Modulation) juga tidak dimatikan.
“Karena di tengah masyarakat, selain radio FM, masih banyak pula yang menyukai gelombang radio AM tersebut,” sebut anggota pakar DPP Partai Gerindra itu. (isa/kun)






