Surabaya (beritajatim.com) – Tim Anargya, tim riset mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional.
Mereka berhasil meraih posisi juara kedua dalam kategori Presentation Event dan menerima penghargaan Public Relations Awards di ajang Formula Society of Automotive Engineers (FSAE) Japan 2025 yang digelar di Jepang.
Kompetisi FSAE Japan adalah ajang tahunan yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara untuk merancang, merakit, dan berkompetisi dengan mobil formula listrik. Tahun ini, Tim Anargya ITS harus bersaing ketat dengan 89 tim dari berbagai perguruan tinggi di seluruh dunia.
Dalam kategori Presentation Event, tim harus mempresentasikan riset dan inovasi yang telah mereka kembangkan. Non-Technical Manager Tim Anargya ITS, Daffana Adiel Hadrian, menjelaskan bahwa timnya mengusung inovasi berbasis keberlanjutan lingkungan.
“Kami sangat bangga bisa meningkatkan inovasi dan prestasi tim dari tahun sebelumnya,” ujar Daffana, Senin (15/9/2025).
Menurut Daffana, inovasi yang ditampilkan kali ini merupakan pengembangan dari ide-ide sebelumnya dengan fokus pada proses manufaktur yang ramah lingkungan, termasuk penggunaan bahan baku yang berkelanjutan dan upaya meminimalisir emisi karbon.
Aktif Membangun Kesadaran Publik
Selain prestasi di kategori presentasi, Tim Anargya ITS juga mendapatkan Public Relations Awards. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi tim dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap riset mobil formula listrik.
Daffana mengungkapkan bahwa upaya ini dilakukan melalui partisipasi di berbagai pameran besar. “Kami berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjalankan misi ini,” tambahnya.
Tim Anargya ITS tercatat aktif menjadi kontributor dalam pameran bergengsi seperti Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 dan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025.
Selain itu, mereka juga aktif memperkenalkan riset ini kepada pelajar dan mahasiswa baru melalui acara internal kampus seperti Gerigi x UKM Expo ITS 2025 dan Ini Lho ITS 2025.
Pencapaian ini, menurut Daffana, sejalan dengan poin-poin Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ketujuh tentang energi bersih dan terjangkau, serta poin kesembilan tentang industri, inovasi, dan infrastruktur.
Daffana berharap inovasi yang terus berkembang ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keberlanjutan lingkungan. “Kami yakin anak bangsa memiliki kapabilitas yang sama dengan mahasiswa kampus ternama dunia lainnya,” pungkasnya optimistis. [ipl/but]






