Ngawi (beritajatim.com) – Peristiwa nahas terjadi di Sungai Bengawan Solo, Kabupaten Ngawi. Tiga pemuda terseret arus saat mandi di sungai tersebut, Sabtu (7/11/2026) sore. Dua orang berhasil diselamatkan warga, sedangkan satu korban lainnya, Rokhim Maulana (24), ditemukan meninggal dunia setelah dilakukan pencarian hingga Minggu (8/11/2026) pagi.
Jasad warga Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, itu ditemukan sekitar pukul 06.40 WIB. Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 50 meter dari titik awal korban dilaporkan terseret arus di wilayah Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar.
Saat ditemukan, tubuh korban sudah mengambang di permukaan sungai. Warga yang mengetahui keberadaan jasad tersebut kemudian melaporkannya kepada petugas gabungan. Tim yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi menggunakan perahu.
Petugas Basarnas, Nanang Pujo Prasetiyo, mengatakan jasad korban pertama kali diketahui oleh warga yang berada di sekitar sungai. Setelah menerima informasi tersebut, petugas segera melakukan proses evakuasi. “Korban ditemukan pertama kali oleh warga dan kita langsung evakuasi jasad korban,” ujarnya.
Sebelumnya, pencarian terhadap Rokhim telah dilakukan sejak Sabtu sore setelah adanya laporan tiga pemuda terseret arus ketika mandi di Bengawan Solo. Petugas gabungan sempat melakukan penyelaman dan menyisir area sekitar lokasi kejadian.
Namun, upaya pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil. Selain kondisi yang mulai gelap, medan di sekitar sungai juga dinilai membahayakan keselamatan petugas. Karena itu, pencarian sementara dihentikan dan dilanjutkan pada Minggu pagi.
Kapolsek Kedunggalar AKP Karno menjelaskan, kejadian bermula ketika ketiga pemuda tersebut mandi bersama di sungai. Saat itu, salah seorang dari mereka terseret arus. Dua rekannya berusaha memberikan pertolongan, tetapi justru ikut terbawa derasnya aliran sungai.
“Korban bertiga mandi tau temannya terseret arus ikut menolong korban hilang dua temannya berhasil di selamatkan warga,” jelas AKP Karno.
Dua pemuda yang selamat diketahui bernama Ronal (22) dan Rohmat Maulana (24). Keduanya juga merupakan warga Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar.
Mereka berhasil diselamatkan setelah warga yang sedang beraktivitas di kebun sekitar bantaran sungai mengetahui kejadian tersebut dan memberikan pertolongan. Sementara Rokhim tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan keesokan harinya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Rokhim dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Petugas juga melakukan pemeriksaan atau visum di tempat guna memastikan penyebab kematian korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, korban dipastikan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Bengawan Solo.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat mengenai risiko aktivitas mandi di sungai, terutama ketika dilakukan di aliran sungai yang memiliki arus kuat dan kedalaman yang tidak diketahui. Kondisi permukaan air yang terlihat tenang tidak selalu mencerminkan keamanan bagian bawah sungai maupun kekuatan arus di dalamnya.
Upaya penyelamatan terhadap orang yang terseret arus juga memiliki risiko tinggi apabila dilakukan tanpa peralatan dan kemampuan yang memadai. Niat menolong justru dapat membuat orang lain ikut menjadi korban, seperti yang dialami dua rekan Rokhim sebelum akhirnya berhasil diselamatkan warga.
Dengan ditemukannya korban, proses pencarian terhadap Rokhim berakhir. Peristiwa tersebut diharapkan menjadi perhatian masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sepanjang aliran Bengawan Solo, agar lebih berhati-hati dan menghindari aktivitas mandi di sungai yang berpotensi membahayakan keselamatan. [fiq/suf]






