Malang (beritajatim.com) – Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang menjadi atlet cabang olahraga (cabor) Pencak Silat sukses meraih medali emas pada ajang Asean University Games (AUG) 2024. Mereka yang juga anggota Tapak Suci UMM mengalahkan perwakilan dari negara lain pada kategori seni Pencak Silat beregu putri.
Ketiga atlet UMM yaitu, Qonit Fildza Maizura, Shelsa Odilia Rachman, dan Wita Carissa Amelia. Mereka tampil pada ajang AUG yang dilaksanakan di Indonesia sejak 3 Juli 2024 lalu.
Qonit, salah satu anggota regu mengaku telah mempersiapkan berbagai hal sejak berbulan lalu, utamanya latihan. Bahkan sebelum belakangan, mereka tidak libur satu hari pun untuk berlatih.
“Tentu hectic dan sangat sibuk. Sebulan belakangan kami melatih seni dan teknik yang akan ditampilkan. Seminggu sebelum bertanding, kami menjadwalkan latihan dua kali satu hari dan ini cukup melelahkan. Alhamdulillah diganjar hasil yang baik berupa medali emas di AUG,” kata Qonit, Kamis (4/6/2024).
Qonit bersyukur bisa bersaing dengan anak muda lain se-Asean pada ajang AUG. Meski melelahkan, mereka mengaku bersemangat karena bertemu dengan atlet perwakilan Indonesia lain seminggu sebelum berkompetisi sehingga dapat saling diskusi dan evaluasi.
“Dengan diskusi kami dan tim bisa mengetahui wawasan dan teknik baru yang ditampilkan negara lain. Kami tentu berterimakasih kepada UMM yang selalu mendukung berbagai upaya yang mereka lakukan,” ujarnya.
UMM, lanjut Qonit, bukan hanya pada aspek finansial melainkan juga mental dan motivasi yang selalu mendorong mereka untuk berprestasi. Mereka juga bersyukur mengikuti unit kegiatan mahasiswa (UKM) Tapak Suci yang mengajarkan teknik, kebersamaan, dan koneksi.
Qonit dan tim berharap pada anak muda, khususnya mahasiswa UMM, untuk berani mengambil kesempatan bersaing pada ajang lomba. Meski tugas utama belajar, tapi tidak menghambat potensi dan bakat yang dimiliki. Malah anak muda harus bisa membagi waktu, berprestasi di akademik dan berprestasi di non akademik.

“Apalagi jika ada kesempatan terjun dan berjuang di kompetisi internasional seperti AUG ini. Semoga akan ada banyak mahasiswa lain yang mampu mengharumkan nama kampus UMM di ajang regional, nasional, bahkan juga international,” tutupnya.
Prestasi ini diapresiasi oleh Wakil Rektor III UMM Bidang Kemahasiswaan Dr. Nur Subeki, M.T. Menurutnya, kemenangan mahasiswa UMM jadi bukti nyata bahwa kegiatan mahasiswa yang disediakan oleh Kampus Putih mampu memaksimalkan potensi anak-anak muda.
Apalagi UMM juga senantiasa mendukung berbagai aspek untuk memudahkan mahasiswanya agar bisa memenangkan kompetisi. Menurutnya, raihan medali emas di ajang internasional seperti AUG ini sangatlah membanggakan.
“Semoga ke depan, semakin banyak mahasiswa yang bisa mengharumkan nama kampus di berbagai ajang. Tidak hanya di bidang akademik maupun non akademik. Apalagi UMM sudah menyediakan lebih dari 60 unit kegiatan mahasiswa dan lembaga intra yang bisa dicoba oleh anak-anak muda,” jelas Nur Subeki. (dan/kun)






