Malang (beritajatim.com) — Tepat setelah salat Subuh, pukul 04.30 WIB, hari Sabtu (12/11/2022), satu unit minibus (Isuzu Elf) bergerak dari kawasan Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) Kabupaten Gresik. Minibus itu membawa 17 penumpang yang akan gowes bareng di kawasan Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Sebelum minibus itu bergerak ke Malang vis jalan tol Romokalisari Surabaya, 3 unit kendaraan pribadi dan sebuah colt station yang membawa 18 sepeda mountain bike (MTB) telah lebih dulu on the way (OTW) ke Kecamatan Lawang, Malang. Total ada 22 goweser dari klub Saiman Gowes Community (SGC), Wisk Penksiun Community (WPC), dan Semongko Grup pada Sabtu pagi hingga siang gowes bareng ke Lawang, Malang.
“Cari sehat, refreshing, sekaligus memperkuat tali silaturrahmi,” kata Saiman (69), pimpinan klub SGC kepada beritajatim.com, Sabtu pagi di Desa Ketindan, Lawang, Malang.
Rata-rata usia goweser ini tak muda lagi. Lebih dari 50 tahun. Bahkan ada yang usianya hampir 80 tahun. “Yang paling tua namanya Mbah Jamiran, pensiunan karyawan PT Semen Gresik dan juga seniman reyog Ponorogo,” jelas Sony Suwono, pimpinan klub gowes WPC.
Tiga klub gowes dari Gresik ini sengaja memilih Desa Ketindan, Lawang, Malang sebagai lokasi olahraga gowes bareng. Kontur jalannya naik turun tak terlalu ekstrim, udaranya adem, sejuk dan segar, badan jalannya kombinasi off road dan on road (beraspal atau paving), kondisi alamnya khas pedesaan dengan lahan pertanian dan perkebunan hijau.
“Nyaman untuk gowes bareng dan refreshing,” tambah Parno Savarila (50), ketua klub Semongko Grup.

Desa Ketindan, Lawang, Malang adalah titik sasaran kali ke sekian gowes bareng ketiga klub asal Gresik ini. Sebelumnya, ketiga anggota klub gowes ini telah bersepeda bareng di kawasan wisata Telaga Ngebel Kabupaten Ponorogo, gowes bareng antara Kota Pacitan ke Pantai Soge yang berada di Jalur Lintas Selatan (JLS) Pacitan, gowes di kawasan Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, dan banyak lokasi lainnya.
“Hampir 2 atau 3 bulan sekali kita gowes bareng ke luar kota. Kalau gowes di Gresik biasanya tiap hari Selasa, Sabtu, dan Minggu,” jelas Sony yang dibenarkan Asripan, pensiunan PT Petrokimia Gresik.
Gowes bareng di kawasan Villa Navy Regency di Desa Ketindan, Lawang dan sekitarnya menawarkan banyak tantangan sekaligus kenikmatan kepada goweser. Kawasan ini luas lahannya sekitar 65 hektar dan lebih dari 11 hektar di antaranya dimanfaatkan untuk hunian, cafe, cottage, dan lainnya. Bangunan cottage, secara fisik, memang berbeda-beda. Temanya brotherhood of navy yang jadi bagian dari navy di seluruh dunia.
Udara yang segar dan adem jadi bonus saat berada di dalam kawasan vila yang berada di ketinggian kawasan Lawang. “Ini kawasan nyaman untuk santai dan olahraga. Udaranya segar, sejuk, bersih, dan lingkungannya nyaman,” jelas Saiman yang berlatar belakang pengusaha dan saat ini sedang membangun vila di lahan seluas 800 meter persegi miliknya di kawasan tersebut.
“Makanya gowes bareng ini bukan semata-mata olahraga, tapi sekaligus mempertebal silaturahmi, dan memperkuat persahabatan. Gowes terus-menerus di Gresik ya lama-lama bosan, sehingga perlu mencari lokasi lain agar ada suasana baru sekaligus refreshing,” ungkap Sony yang dibenarkan Iskandar.
Kecamatan Lawang, Malang selama ini dikenal sebagai tempat peristirahatan di samping Kota Batu. Lawang yang berjarak sekitar 90 kilometer dari Kabupaten Gresik ini terdiri dari 12 desa dan kelurahan. Daerah ini dikenal lokasi peristirahatan sejak zaman penjajahan Belanda.
Karena itu, di Lawang sampai saat ini masih banyak ditemui bangunan kuno bergaya Belanda, termasuk stasiun kereta api yang merupakan salah satu persinggahan kereta api jalur selatan dari Surabaya ke Malang.
Secara geografis, Lawang terletak di pegunungan dan dikelilingi Gunung Arjuno. Kecamatan Lawang berbatasan dengan Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang dan Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.
Tempat wisata di Lawang antara lain kebun teh Wonosari PTP XXIII, pemandian Polaman, kolam renang Sanggar, Desa Wisata Krabayakan, dan Gunung Wedon. Selain itu, banyak bangunan kuno di Lawang bekas peninggalan Belanda.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gowes”]
Gowes bareng tiga klub asal Gresik ini menempuh jarak sekitar 20 kilometer. Jalan naik turun, beraspal dan berbatu tak mengendorkan semangat para goweser. Energi dan fisik mereka tak banyak terkuras. Kondisi alam yang sejuk, adem, dan segar berdampak langsung pada endurance fisik mereka. “Nyaman sekali,” tukas M Zainal dari klub Semongko Grup.
“Nilai kebersamaan dan kekompakan klub-klub gowes ini makin teruji dan kuat. Ini harus kita pertahankan,” ingat Sony.
Setelah gowes bareng di Desa Ketindan, Lawang, Malang, para goweser asal Gresik ini merencanakan tour keluar kota kembali beberapa bulan ke depan. Tujuannya, gowes bareng yang menyenangkan dan menyehatkan dengan pola pembiayaan ringan secara gotong royong. [air/but]








