Blitar (beritajatim.com) – Tiga kecamatan di Blitar selatan kesulitan air bersih imbas meluasnya wilayah yang dilanda kekeringan. Setelah kecamatan Wates dan Binangun, kekeringan terjadi di Kabupaten Blitar kini meluas hingga wilayah Kecamatan Wonotirto.
Di Kecamatan Wonotirto ada 435 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak kekeringan. Mereka mengalami kesulitan air bersih.
“Ada tambahan permintaan air bersih untuk wilayah Blitar selatan yakni kecamatan Wonotirto,” kata Ivong Bettryanto, Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Selasa (10/10/2023).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar pun terus mengirim air bersih ke 3 kecamatan yang terdampak kekeringan tersebut. BPBD Kabupaten Blitar menyebut droping air bersih ini dilakukan setiap hari.
“Droping air bersih sudah kami lakukan setiap hari untuk wilayah terdampak kekeringan,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Pasar Ikan Tambakrejo Blitar Terbakar, Rugi Capai Rp200 Juta
Sebelum meluas ke Wonotirto, kekeringan terlebih dahulu melanda dua kecamatan yakni Wates dan Binangun Kabupaten Blitar. Total ada 648 kepala keluarga di 2 kecamatan tersebut yang terdampak kekeringan.
Ratusan warga tersebut kini hanya mengandalkan bantuan air bersih dari sejumlah pihak seperti Badan Penanggulangan Bencana Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Polres Blitar, PMI, hingga Ormas Keagamaan. Beberapa wilayah tersebut, memang sudah biasa menjadi langganan kekeringan setiap musim kemarau tiba.
Desa Tugurejo di Kecamatan Wates misalnya, wilayah yang berada di paling tenggara Kabupaten Blitar itu sejak bulan Agustus lalu sudah mengalami kekeringan. Bahkan pada bulan September lalu, Desa Tugurejo mengalami kekeringan yang cukup signifikan akibat terus berkurangnya debit air tanah di wilayah itu. Warga pun terpaksa mencari sumber air yang masih ada, sembari menunggu bantuan air bersih dari Pemerintah Daerah.
Kekeringan tersebut ternyata terus meluas hingga menjalar ke desa tetangga yakni Sukorejo Kecamatan Wates Kabupaten Blitar. Di Desa Sukorejo ini ada 388 jiwa yang terdampak kekeringan akibat El Nino.
BACA JUGA:
Terkait Sewa Eks Bengkok, Wabup Kumpulkan Lurah se Blitar
Tidak berhenti di situ, kemarau panjang yang terjadi juga membuat air tanah di Desa Sumber Kembar Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar juga ikut menyusut. Akibatnya sebanyak 295 kepala keluarga di desa tersebut mengalami kesulitan air bersih.
Dua kecamatan tersebut memang bertetangga. Struktur tanah di dua kecamatan itu juga sama dan berada di wilayah pegunungan.
“Pipanisasi sebetulnya sudah dilakukan. Tapi kalau debit sumber airnya memang kering, ya tetap tidak ada air yang mengalir sampai ke warga. Semoga cuaca berpihak pada kita, sehingga kekeringan ini tidak semakin meluas,” tutupnya. [owi/beq]






