Jember (beritajatim.com) – Tiga orang dosen dan alumnus Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi panelis debat calon presiden dan calon wakil presiden yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum RI.
Bayu Dwi Anggono adalah Dekan Fakultas Hukum yang menjadi panelis pada debat putaran pertama yang menghadirkan tiga kandidat presiden, 12 Desember 2023. Saat itu debatnya bertema Pemerintahan, Hukum, HAM, Pemberantasan Korupsi, Penguatan Demokrasi, Peningkatan Layanan Publik dan Kerukunan Warga.
Saat debat putaran kedua untuk calon wakil presiden, 22 Desember 2023, Aditya Wardhana, pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, menjadi panelis. Tema debat kali ini Ekonomi (ekonomi kerakyatan dan ekonomi digital), Keuangan, Investasi Pajak, Perdagangan, Pengelolaan APBN-APBD, Infrastruktur, dan Perkotaan.
Debat putaran ketiga untuk calon presiden akan digelar pada Minggu (7/1/2024). Kali ini Irine Hiraswari Gayatri, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang juga alumnus Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik FISIP Angkatan 1989 akan menjadi panelis.
Rektor Iwan Taruna bangga dengan terpilihnya dosen dan alumnus Unej menjadi panelis debat kandidat. “Menjadi panelis dalam debat capres dan cawapres tidaklah mudah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentu memiliki kriteria ketat dalam memilih orang yang dianggap tepat,” katanya, sebagaimana dilansir Humas Unej, Sabtu (6/1/2024).
Iwan berharap ketiga dosen dan alumni itu bisa mendongkrak semangat 750 orang wisudawan Periode VII tahun akademik 2023-2024, yang menjalani prosesi di gedung auditorium. “Berbagai prestasi, penghargaan dan rekognisi ini menjadi bukti pengakuan secara nasional untuk Universitas Jember. Sekaligus modal bagi Anda semua dalam meniti karier selanjutnya,” katanya.
Dalam wisuda kali ini, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di jenjang magister (S2) diraih Nadhea Ayu Sukma, dari Program Studi Magister Biologi FMIPA dengan IPK sempurna atau 4.00.
Dhea Arviana Wijianti, lulusan Program Studi Pendidikan Luar Sekolah FKIP yang juga peraih beasiswa Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) mendapat IPK 3,99. Nur Faddin Alhammuda, dari Program Studi Diploma 3 Keperawatan Fakultas Keperawatan kampus Pasuruan menjadi yang terbaik di jenjang diploma setelah meraih IPK 3,99. [wir]






