Surabaya (beritajatim.com) – Jawa Timur adalah satu dari lima daerah penghasil kopi terbesar di Indoensia. Dengan total lahan seluas 104.882 ha, Jawa Timur menyumbangkan 9% lebih produksi kopi nasional.
Hal ini didukung dengan banyaknya gunung berapi sehingga abu vulkaniknya baik untuk kesuburan tanah.
Dari total produksi yang ada, tiga daerah penghasil kopi terbesar adalah Banyuwangi, Malang, dan Jember. Salah satu faktornya yakni, ketiga daerah tersebut memiliki gunung-gunung dengan ketinggian di atas 2000mdpl. Dimana, perkebunan kopi banyak berada di sana.
Banyuwangi
Salah satu penentu kualitas kopi adalah ketinggian daerah tanam pohon kopi. Dengan memiliki gunug ijen berketinggian lebih dari 2000mdpl, Banyuwangi memiliki lahan yang ideal untuk kebun kopi. Maka tidak heran jika dari tahun ke tahun hasil produksi kopi Banyuwangi terus meningkat.
Tahun 2010 misalnya, total produksi mencapai 2.917 ton, bertambah menjadi 13.839 ton di tahun 2017 dan meningkat lagi menjadi 16.340 ton di tahun 2019. Dari data yang dirilis oleh BPS tersebut, 75 persennya dihasilkan dari perkebunan swasta atau kebun rakyat, sisanya produksi perkebunan negara.
Area perkebunan rakyat tersebar ke Sembilan kecamatan yakni, Kecamatan Pesanggaran dengan luas lahan 242 ha, Glenmore 248ha, Kalibaru 3.947 ha, Songgon 331 ha, Glagah 138 ha, Licin 387 ha, Giri 63 ha, Kalipuro 4.397 ha dan Wongsorejo 68 ha.
Sedangkan area perkebunan berada di daerah Kecamatan Kalibaru dengan luas lahan 2.476 ha dan produksi sebesar 2.639 ton, Songgon 649 ha dengan produksi 702 ton, Glagah 367 ha dengan produksi 393 ton, Kalipuro 1.519 ha dengan produksi 1.651 ton dan Glenmore 75 ha dan produksi 80 ton.
Jember
Jember sejak lama dikenal sebagai area perkebunan. Bukan hanya perkebunan kopi, tetapi juga coklat, tembakau serta cengkeh. Perkebunan kopi terbesar berada di Kecamatan Silo dengan 2.291 ha lahan dan yang terkecil berada di Gumukmas dengan luas 2,06 ha.
Meksi menjadi Silo menjadi Kawasan kebun kopi terluas, tetapi produksi kopi terbesar dihasilkan oleh perkebunan yang ada di Kecamatan Sukorambi dengan total 1.790 ton, meski lahannya hanya 215 ha saja. Jika kebun kopi di Banyuwangi tersebar di 9 kecamatan, di Jember lebih merata.
Total dari 31 kecamatan yang ada di Jember, 27 diantaranya memiliki perkebunan kopi. Hanya 4 kecamatan saja yang tak punya kebun kopi yakni Kencong, Puger, Jombang, dan Sumbersari.
Malang
Total luas lahan perkebunan kopi di malang mencapai 15.086 ha dan tersebar di 30 kecamatan. Hanya Kecamatan Gondanglegi, Pangelaran, dan Jabung saja yang tak punya kebun kopi. Sedangkan perkebunan terbesar berada di Dampit dengan 3.373 ha, disusul Tirtoyudo dengan 2.804 ha, Sumbermanjing 2.616 ha, Ampelgading 1.940 ha, dan Wonosari dengan luas kebun kopi 1.038 ha.
Dari 30 kecamatan tersebut, hanya beberapa saja yang menghasilka kopi varietas arabika. Seperti di Kecamatan Poncokusumo yang menghasilkan 179 ton biji kopi per tahun, Kecamatan Tirtoyudo yang menghasilkan 176 ton biji kopi, Kecamatan Pujon yang menghasilkan 126 ton biji kopi dan Kecamatan Ampelgading yang menghasilkan 122 ton biji kopi.
Luas lahan untuk kopi varietas arabika jauh lebih sedikit dibanding dengan kopi varietas robusta. Total, luas lahan untuk kopi varietas arabika hanya 1.270 hektar. Tersebar di delapan kecamatan dan menghasilkan 616 ton biji kopi per tahun. [tur/bjo]






