Surabaya (beritajatim.com) – Tiga pimpinan media dari berbagai platform membagikan strategi sukses mereka dalam mengelola bisnis media di era digital saat menghadiri acara Jatim Media Summit (JMS) 2025 yang digelar di Ballroom Whiz Luxe Hotel Spazio, Surabaya, Kamis (17/7/2025).
Salah satu pembicara, CEO serayunews Galih Wijaya, mengungkapkan bahwa pihaknya memilih fokus pada peningkatan kualitas konten dibanding kuantitas sebagai langkah menjawab tantangan media siber saat ini.
“Dulu mungkin kami mengikuti kuantiti (kuantitas berita) namun sekarang ini lebih quality (kualitas), dengan membentuk ekosistem kolaboratif. Serta berafiliasi dengan beberapa domain marketplace, dari luar negeri,” ujar Galih di hadapan peserta JMS 2025.
Ia menjelaskan bahwa serayunews.com telah menjalin kerja sama dengan sedikitnya 40 media lokal dan secara aktif menyesuaikan diri dengan algoritma mesin pencari seperti Google. Selain itu, perusahaan juga memberdayakan para konten kreator, videografer, dan fotografer untuk memperkuat konten visual dan naratif.
“Trafik kita sempat menyentuh posisi 50 besar di Similar Web. Tapi update algoritma lebih penting, sehingga kami fokuskan dengan algoritma mesin pencari,” jelasnya.
Galih menambahkan bahwa pihaknya juga serius menggarap pengembangan aset digital sebagai sumber pendapatan baru. Bahkan, pertumbuhan revenue dari sektor tersebut mengalami lonjakan signifikan.
“Fokus kami juga pada aset digital, dan dari hasil tersebut sampai tahun 2024 pendapatan revenue tembus 900 persen,” ungkapnya.
Sementara itu, CEO gresiksatu As’adi Ikhsan menceritakan pengalaman sukses media yang ia kelola dengan menggandeng komunitas pendidikan. Gresiksatu aktif mengadakan pelatihan pengembangan platform digital serta menginisiasi event Gresik Edutech Summit yang membuka peluang kolaborasi lebih luas.
“Target kita ke komunitas-komunitas yang sifatnya pendidikan, kamu membuat beragam pelatihan terkait pengembangan platform digital, gresiksatu membuat event gresik edutech summit, lalu kita lombakan,” kata As’adi.
Ia menjelaskan, dari event tersebut muncul banyak peluang kerjasama dengan para pelaku usaha yang tertarik mengadakan kegiatan serupa. Tak hanya itu, gresiksatu juga mengembangkan unit usaha non-media yang terbukti sukses.
“Membangun usaha karangan bunga ucapan selamat dan alhamdulillah hasilnya luar biasa, itu bisnis kami di luar bisnis media,” terangnya.
CEO Cakap Media & Pramesnet, Putu Gede Francois Sardjana atau yang akrab disapa Fafa, turut membagikan pengalaman mengelola media berbasis radio. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antar radio lokal sebagai kekuatan jaringan.
“Kami melalui mengembangkan pramesnet yang merupakan radio berjejaring di tiga kota, diantaranya 104.5 FM Bahana Ngawi, 90.6 FM Rasi Magetan, 97.8 FM Ronggohadi Lamongan, dan 103,9 FM Parameswara Lamongan,” jelas Fafa.
Pengembangan bisnis radio juga dilakukan melalui inovasi konten, seperti radio visual, digital persona, hingga pendekatan edukatif dalam program siaran.
“Radio kami kembangkan melalui Radio visual Xspace, lalu Digital Persona untuk Radio dan Sosial Media, Education Approach, dengan program Kelas Saran,” ucapnya.
Acara JMS 2025 ini menjadi ruang berbagi strategi dan kolaborasi antar pelaku industri media di Jawa Timur dalam menghadapi era disrupsi digital yang terus bergerak cepat. [ram/beq]






