Surabaya (beritajatim.com) – Pada dasarnya bentuk kekerasan tak hanya terjadi pada suatu hubungan semata, melainkan bisa dilakukan dan dialami oleh siapa saja. Selain itu, banyak orang beranggapan bahwa perilaku kekerasan hanya sekadar perihal fisik.
Perbuatan yang sampai membuat seseorang cidera, terluka, memar, atau merasakan sakit di badan, nyatanya bukan satu-satunya jenis kekerasan. Bahkan, kekerasan juga dapat terjadi secara emosional. Biasanya dilakukan dengan mengontrol, mengintimidasi, merendahkan, dan mengkritik secara terus menerus. Sehingga membuat seseorang menjadi down.
Orang yang mengalami kekerasan emosional biasanya memiliki tanda yang sama, di antaranya seperti;
Sering menerima kata-kata kasar
Pelaku kekerasan emosional kerap kali menggunakan kata-kata kasar ketika dirinya sedang marah. Orang-orang seperti ini memang tidak bisa mengontrol emosi, Sehingga sering kali ketika emosinya sedang naik, ia mengeluarkan kata atau kalimat yang tidak sopan terhadap seseorang.
Sering dimanipulasi
Perasaan maupun perilaku korban kekerasan emosional kerap kali dikendalikan oleh seseorang. Hal ini bisa terjadi karena dirinya dimanipulasi. Seolah ia orang yang menjadi penyebab dan harus bertanggungjawab atas suatu kesalahan. Selain itu, apa yang dilakukannya tidak pernah dihargai atau bahkan diapresiasi.
Merasa takut pada hal tertentu
Korban kekerasan emosional juga kerap kali merasa sangat terkekang atau merasa takut berlebihan dalam melakukan aktivitas tertentu. Terlebih jika hal itu mengusik seseorang yang ia takuti tersebut. Misalnya jika dalam suatu hubungan, ingin melakukan sesuatu kerap dilarang atau saat mau berbicara tidak pernah didengar dan justru disalahkan.
Hal-hal seperti ini tak ayal membuat seseorang menjadi tidak percaya diri hingga down. Adapun dampak lain yang bisa mereka alami, seperti kerap menyalahkan diri sendiri, timbul rasa cemas, takut, overthinking, trust issue, hingga bahkan trauma pada suatu hal.
[berita-terkait number=”5″ tag=”cara”]
Jika kondisi seperti ini dialami oleh seseorang atau diri sendiri, maka perlunya untuk speak up. Membicarakan hal ini pada orang terdekat atau yang bisa kamu percaya tak hanya membuat hatimu sedikit tenang. Namun juga bisa membuatmu merasa lebih aman. Karena kamu tidak sendirian dan memiliki support system.
Selain itu, penting juga untuk seseorang membuat batasan apa yang boleh atau tidak dilakukan oleh orang lain terhadapmu. Jika ada yang melampaui batasan tersebut, maka sebaiknya segera jauhi orang-orang toxic tersebut. Karena kekerasan emosional tersebut dapat mempengaruhi kesehatan mental. (Fyi/ian)






