Surabaya (beritajatim.com) – Ketika Jose Mourinho berhasil membawa FC Porto Juara Liga Champions lalu menukangi Chelsea, ia kemudian menyematkan dirinya sendiri sebagai The Special One. Julukan tersebut terus menempel ke pelatih yang dulu terkenal dengan permainan menyerang dan atraktif bersama Chelsea.
Ia pun berhasil membawa Inter Milan menjuarai Liga Champions dengan permainan yang sangat negatif dengan parkir bus dan mengandalkan serangan balik. Gaya main yang kemudian terus melekat pada pelatih asal portugal ini, dimana pun ia melatih. Bahkan ketika ia menukangi Real Madrid.
Namun, romansa indah itu saat ini nampak berbanding terbalik. Ketika dirinya gagal melatih Manchester United, kemudian dipandang gagal juga dalam melatih As Roma. Nama Mourinho pun mulai redup dan dirasa bukan the special one lagi.
Puasa Gelar selama 4 Tahun
Bukan hanya Manchester United yang puasa gelar selama 4 tahun, begitu juga yang dialami mantan pelatih mereka, Jose Mourinho. Sudah jelas jika Man. United terakhir juara pada era Mourinho begitu pula Mourinho terakhir mengangkat piala saat di Man. United.
Padahal awal 2021, ada kemungkinan Mourinho bakal menjuarai Carabao Cup karena berhasil membawa Tottenham melaju ke final. Namun nahas nasib baik tidak memihak, Mourinho justru dipecat tidak kurang dari sepekan sebelum final dilangsungkan.
Main di Kompetisi Eropa Kasta 3
Tidak ada yang pernah menyangka jika pelatih yang 11 tahun lalu sukses membawa Inter Milan meraih treble winners juga menjadi langganan di UEFA Champion League justru melatih As Roma. As Roma merupakan tim di kasta ketiga Eropa karena hanya mampu bermain di UECL atau kompetisi antarklub Eropa kasta 3.
Andaikata Mourinho masih melatih di Tottenham pun akan mengalami nasib sama, karena klub asal London itu juga terjatuh ke UECL. Namun, akan menjadi hal istimewa baginya apabila mampu menjuarai UECL karena akan menjadi pelatih pertama yang mampu menjuarai UCL, UEL, dan UECL sekaligus.
Pernah Dibantai 5 Kali
Dikenal sebagai seorang juru taktik jempolan yang punya pertahan ala parkir bus tidak membuat Mourinho terhindar dari pembantaian. Dari 1000 lebih pertandingan yang telah dia lalui, Mourinho pernah sebanyak 5 kali di 5 klub berbeda, merasakan pahitnya skor akhir.
Dulu ketika di Real Madrid dibantai 5-0 oleh Barcelona juga Dortmund dengan skor 4-1. Ketika menjadi pelatih Chelsea harus kalah dari Tottenham dengan skor 5-3, lalu di Man. United dipermalukan Chelsea dengan skor 4-0. Dan terbaru As Roma dihancurkan Bodo atau Glimt dengan skor 6-1.
Beberapa alasan itu lantas membuat nama Mourinho tidak lagi dianggap sebagai The Special One. [dan/tur]






