Ponorogo (beritajatim.com) – Perjalanan panjang tiga bulan dalam kompetisi Duta Anti Narkoba tingkat Jawa Timur akhirnya berbuah manis bagi Thalita Ziven Risqullah. Siswi SMK Kesehatan Bina Karya Medika (BKM) Ponorogo itu resmi dinobatkan sebagai Duta Anti Narkoba Jawa Timur 2025, setelah melewati beragam tahapan seleksi yang ketat.
Fave Hotel Max menjadi saksi momen yang tak akan pernah dilupakan Thalita. Sebagai siswi yang juga aktif di ekstrakurikuler jurnalistik, ia merasakan sendiri dinamika kompetisi yang melelahkan sekaligus penuh tantangan.
“Sebenarnya setelah mengikuti kegiatan ini di tengah-tengah sudah mulai hilang rasa percaya diri. Memang itu terjadi karena proses seleksinya terjadwal selama 3 bulan. Selain itu saya melihat banyak finalis luar biasa antusias mengikuti kontes ini,” kata Thalita, ditulis Selasa (25/11/2025).
Kompetisi Duta Anti Narkoba digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk edukasi masif kepada pelajar agar menjauhi penyalahgunaan narkoba. Tidak sekadar seleksi, ajang ini menjadi ruang pembentukan karakter dan komitmen bagi generasi muda untuk terjun langsung dalam upaya pencegahan.
Pembina SMK BKM, Khusnul, menegaskan bahwa gelar yang diraih Thalita bukanlah akhir dari perjalanan. Melainkan awal untuk terus mengedukasi para pelajar atau pemuda tentang bahayanya penyalahgunaan narkoba.
“Kita bangga sudah keluar sebagai finalis Duta Anti Narkoba, namun yang paling penting adalah dia harus terus berkomitmen untuk ikut ke lapangan memerangi narkoba setidaknya mengajak atau memberikan sosialisasi kepada seluruh siswa di sekolah kami,” terang Khusnul.
Sebanyak 145 peserta dari seluruh Jawa Timur mengikuti ajang ini. Seleksi dimulai dari tahap online, dilanjutkan penugasan berjenjang, hingga sesi tanya jawab yang menentukan. Proses panjang itu memastikan hanya mereka yang benar-benar siap menjadi duta edukasi bisa melaju ke puncak.
Kompetisi ini tidak sekadar ajang talenta. Ia telah menjelma simbol pentingnya pencegahan narkoba di lingkungan pendidikan. Para pemenang diharapkan menjadi corong informasi dan agen perubahan di daerah masing-masing. (end/ian)






