Lumajang (beritajatim.com) – Mundurnya Anang Akhmad Syaifuddin dari jabatan Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (12/9/2022), mengejutkan Usman Afandi, legislator Partai Nasional Demokrat yang bertetangga dekat di kompleks Grand Zam Zam Residen, Jogoyudan.
Anang mengundurkan diri, karena merasa tak pantas memimpin DPRD Lumajang, setelah sempat keliru melafalkan teks Pancasila saat menerima aksi unjuk rasa mahasiswa pekan lalu. “Rumah kami berdempetan. Beliau hafal teks Pancasila. Namanya manusia, memang tempatnya keliru dan lupa. Situasi dan kondisi juga yang menyebabkan seperti itu,” kata Usman, ditulis Selasa (13/9/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”dprd-lumajang”]
Kendati bertetangga dekat dan akrab, ternyata Anang tidak pernah sama sekali mengungkapkan niatnya untuk mengundurkan diri. “Tidak ada. Jangankan ke saya, ke Pak Bupati saja tidak. Seperti spontan, maka itu teman-teman kaget,” kata Usman.
Begitu Anang mengundurkan diri, DPRD Lumajang langsung menggelar rapat internal yang diikuti 36 anggota yang hadir dalam sidang paripurna kemarin. “Semua fraksi menolak. Teman-teman kaget. Kok bisa Pak Ketua menyatakan seperti itu. Di luar perkiraan teman-teman,” kata Usman.
Sebenarnya, saat Anang mengumumkan pengunduran dirinya dalam sidang paripurna kemarin, banyak yang melakukan interupsi. “Cuma Pak Ketua melanjutkan sidang. Tidak ditanggapi,” kata politisi Fraksi Nasdem PAN ini. [wir/kun]






